Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Monday, June 14, 2021

Bupati Madiun Perintahkan Tracing Diperluas di Kecamatan Wungu Terkait Munculnya Klaster Hajatan

Bupati Madiun perintahkan tracing diperluas di Kecamatan Wungu terkait munculnya klaster hajatan. (Fot: Hum).
Gemawilis -
Bupati Madiun H. Ahmad Dawami bersama Kapolres Madiun, Dandim 0803/Madiun, dan Satgas Covid-19 Kabupaten Madiun, segera meninjau lokasi terkait adanya 66 warga Dusun Bulurejo dan Kedungrejo, Desa Bantengan Kecamatan Wungu yang terpapar Covid-19 usai mendatangi hajatan pernikahan. Minggu (13/6/2021) malam.

Bupati memerintahkan agar tracing diperluas di Kecamatan Wungu agar warga yang pernah melakukan kontak erat dengan warga yang terpapar (pasien) dapat segera ditangani secepat mungkin.

"Kita harus akui bersama, bahwa masyarakat kita masih memberatkan sebuah budaya. Tapi seharusnya dalam pelaksanaannya kita mematuhi protokol kesehatan. Tanpa ada sanksi, seharusnya kesadaran harus ditingkatkan, "jelas Bupati Madiun.

Selain itu, Khaji Mbing (sapaan akrab Bupati Madiun) juga berpesan kepada masyarakat di Kabupaten Madiun khususnya Desa Bantengan agar tidak heboh akan berita tersebut sehingga dapat mempengaruhi imunitas pasien yang sedang dirawat maupun warga yang sedang isolasi mandiri.

"Kami bersama jajaran Forkopimda sudah memberikan kelonggaran kepada warga agar ekonomi bisa berjalan, namun tetap sehat. Hal ini harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat tentang disiplin protokol kesehatan, "ujar Khaji Mbing.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 66 warga di Dukuh Bulurejo, Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, dinyatakan suspek Covid-19 berdasarkan Rapit Tes Antigen. Diduga warga terpapar Covid-19 setelah menghadiri acara hajatan pernikahan yang diadakan oleh warga setempat pada awal juni lalu. Sebagian besar warga yang tertular berusia sekitar 50 tahun dan kini dirawat di Rumah Sakit Dolopo serta menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Untuk mencegah penularan semakin meluas, saat ini akses utama masuk ke Dukuh Bulurejo ditutup sementara dengan menggunakan portal. (Tim/gw)

BERITA TERKAIT