Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Thursday, May 13, 2021

Suka Duka Anggota Polres Madiun di Pos Penyekatan Nampu Gemarang: Tugas di Tahun Ini Menguras Emosi

Petugas dari Polres Madiun tetap berjaga disaat malam lebaran dan saat hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. (Fot: Hum).
Gemawilis -
Malam takbiran dan hari raya Idul Fitri seharusnya menjadi momen yang penuh kekhusyukan dan kegembiraan bagi umat Islam dalam menyambut hari kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Namun, kerinduan mengumandangkan kalimat takbir dan merayakan hari kemenangan bersama keluarga itu terpaksa ditekan dalam-dalam oleh mayoritas Anggota Polri.

Seperti yang di alami oleh Anggota Polri Polres Madiun yang sedang mendapat tugas giliran berjaga di Pos Penyekatan Nampu, Kecamatan Gemarang (Checkpoint Nampu Polres Madiun Operasi Ketupat Semeru 2021).

“Piket mulai jam 4 tadi sampai nanti malam, jam 12. Pulang ke rumah, ya orang rumah sudah tidur mungkin, "ujar Totok Harianto Padal Regu Jaga saat ditemui, Rabu (12/5/2021) sore.

Hal ini sama seperti yang di alami oleh Anggota Polri yang tugas giliran jaga tepat di hari raya Idul Fitri Kamis (13/5/2021). Mereka dengan ikhlas harus rela berlebaran di Pos Penyekatan hanya dengan rekan rekannya di Pos.

Selain menjaga kondisi keamanan dan ketertiban, tugasnya juga sebagai anggota posko penyekatan pemudik di pintu masuk rayon Madiun Raya.

“Tugas pada tahun ini benar-benar menguras emosi mas, "ucap IPTU Ramijan padal Regu II, Kamis (13/5/2021) pagi.

Pasalnya, di saat orang lain berkumpul bersama keluarga di hari raya Idul Fitri, ia dan temen temannya harus siaga melaksanakan penyekatan pemudik yang berusaha masuk kota Madiun Raya.

Ramijan tak habis pikir, di saat penyebaran Covid-19 yang makin tidak terkendali, masih banyak masyarakat yang nekat melakukan aktifitas tinggi dan nekad melaksanakan mudik.

“Seperti yang terjadi malam H-2, ribuan pemudik yang nekad nyoba nerobos dari penjagaan petugas, di Madiun saja kasus covid-19 nambah terus, "tutur Ramijan.

Ditambahkan Ramijan, setelah dilakukan pemeriksaan banyak yang tidak bisa menunjukan hasil rapid tes bebas covid-19. “Dengan berat hati terpaksa kita suruh putar balik, "katanya.

Ramijan dan Anggota yang lain mengaku tidak berharap muluk-muluk atas kondisi ini. Tugas berjaga pun dijalaninya dengan ikhlas dan penuh tanggungjawab.

“Insyaallah ikhlas mas. Ini tanggung jawab kita juga untuk bertahan sekarang, "kata Ramijan.

Sementara itu, Koptu Wuryanto, anggota TNI yang juga berjaga di malam takbiran mengatakan, pihaknya berusaha tetap waspada.

“Takutnya, pas hari Lebaran, misalnya pos penjagaan jebol dengan ribuan pemudik yang nekad menorobos penjagaan, "kata Wuryanto.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Pos Penyekatan Nampu Petung perbatasan Madiun – Nganjuk AKP Agung Abadi.

Agung menilai, seharusnya masyarakat bisa mengerti kondisi yang terjadi sekarang ini. “Kalau masyarakatnya masih ngotot ya enggak bakal usai (pandemi), "kata Agung.

Agung mengatakan, setiap personel diharapkan bertindak secara humanis dan mengedepankan dialog persuasif dalam penegakan aturan.

“Operasi Ketupat Semeru 2021 kali ini adalah operasi kemanusiaan untuk mencegah penyebaran covid-19, "kata Agung yang juga Kapolsek Saradan Polres Madiun.

“Personel juga harus sadar, mereka harus melindungi dirinya sendiri. Jadi tetap wajib menerapkan protokol kesehatan, "tuturnya. (Humseksaradan/Polresmadiun)