Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Saturday, May 22, 2021

Rencana Pengembangan Punden Nogosari Desa Morang Kare Menjadi Destinasi Wisata Religi

Warga bersama perangkat terkait bergotong royong membersihkan dan menata calon destinasi wisata religi di Desa Morang Kecamatan Kare Madiun. (Fot: KP/TJ).
Gemawilis -
Peduli situs desa sekaligus nguriuri peninggalan nenek moyang, warga di Dusun Morang Desa Morang, Kecamatan Kare, Madiun, bergotong-royong membersihkan area Punden Nogosari yang terletak di Jalan Raya Morang-Caruban, persis di depan gedung SMPN II Kare. Sabtu (22/5/2021) pagi.

Kegiatan yang di prakarsai oleh Rumah Produksi Oshin Healthy Food Madiun (Catering Services) tersebut di dukung dan melibatkan banyak elemen masyarakat, diantaranya Perangkat Desa setempat, Tiga Pilar, Juru Kunci, Tokoh Masyarakat, Pencinta dan Pelestari Budaya, warga Ki Ageng Pandan Alas, PSHT, PSHW, Trash Hero Madiun, dan warga masyarakat setempat.

Selain kerja bhakti dalamrangka penataan dan pembersihan serta pengelolaan situs Punden Nagasari (Morang Gathi), kegiatan juga disertai dengan doa bersama untuk para leluhur.

Punden Nagasari sendiri adalah situs atau aset peradaban dan budaya masyarakat Desa Morang, yang merupakan makam Ki Harjo Binangun, seorang tokoh yang pertama kali membuka Desa Morang atau cikal bakal penduduk Morang. Warga menyebutnya sebagai Punden Nogosari atau lebih dikenal Punden Morang.

Kepala Dusun setempat, Esmed Wibowo, mengatakan kerja bhakti pembersihan sekaligus penataan lokasi Punden Nogosari ini murni berawal dari ide masyarakat setempat yang punya keinginan untuk mengembangkan lokasi Punden Nogosari menjadi sebuah destinasi wisata.

"Ini sebagai bentuk kepedulian warga kepada situs kuno di Desa kami. Sebenarnya punden inikan sangat potensial bila dikembangkan sebagai tujuan Destinasi Wisata Religi. Tapi tentu semua tergantung pada masyarakat desa Morang sendiri untuk kedepannya bagaimana berkontribusi dan berpartisipasi aktif untuk mewujudkannya, "terang Esmed Wibowo.

Selain ada pemakaman Ki Harjo Binangun, Punden Nogosari juga memiliki pemandangan alam berupa pohon purba yang sudah berumur ratusan tahun yang menjulang tinggi menutupi area lokasi. Sehingga suasana sekitar terasa sejuk dan asri, belum lagi di bagian belakang juga terdapat hamparan sawah yang membentang luas. Semakin klop memang, jika lokasi tersebut dikembangkan menjadi sebuah destinasi wisata apalagi selama ini Desa Morang sendiri belum mempunyai ikon pariwisata.

Sementara itu, Koko Prabu, salah satu tokoh setempat sekaligus yang ikut mengatas ide tersebut menuturkan jika pihaknya sangat mendukung apabila warga memang akan menjadikan punden Morang menjadi sebuah destinasi Wisata Religi.

"Sangat senang sekali, jika warga ada inisiatif pemugaran punden untuk dijadikan sebuah destinasi wisata. Kita memang harus segera berbenah supaya bisa sejajar dengan desa-desa yang lain. Dan saya kira lokasi ini punya potensi yang bagus jika dikembangkan menjadi tempat wisata, "ungkapnya saat ditemui di lokasi Punden.

Selain itu, Koko, panggilan akrabnya, menambahkan sebagai generasi muda sudah sepantasnya untuk merawat dan melestarikan situs-situs sebagai salah satu simbol sejarah dan peradaban masyarakat Morang. "Ini simbol dan sejarah asal muasal Desa Morang, jadi sudah sepantasnya kami generasi muda merawat dan melestariannya, "kata pemilik Yayasan Sabilillah Morang tersebut.
Harapan warga dan para tokoh setempat untuk menjadikan punden morang menjadi wisata religi di wilayah Kecamatan Kare sangat besar.
Deskripsi singkat, Desa Morang merupakan sebuah desa yang lokasinya di sebelah utara dari Desa Kare dan berbatasan dengan Kecamatan Gemarang. Penduduknya mayoritas adalah bekerja sebagai petani kebun, namun juga ada sebagai pengrajin kayu juga di sektor lainnya. Lingkungan Morang mayoritas pegunungan namun demikian cukup ramai aktivitas penduduknya.

Di desa ini berdiri ada 3 Sekolah Dasar, 1 SMP dan 1 SMK. Selain itu, tempat ibadah berupa masjid, musolla (langgar) juga banyak berdiri di hampir semua RT dan dusun. Hal ini menunjukkan kegiatan religi keagamaan di desa Morang sudah sangat maju.

Desa Morang sudah terbentuk menjadi pemukiman sejak ratusan tahun yang lalu. Di masa lalu, Desa Morang merupakan bagian dari wilayah Median/Madyan/Dahana Pura atau Madiun sekarang.
Berdasarkan catatan disalah satu manuskrib kuno, penyebaran agama Islam di desa ini sudah dimulai sejak masa khulafaurrosyidin sekitar tahun 665 M. 

Tokoh penyebar Islam pertama yang membawa agama Islam dan membuka wilayah di Desa Morang ini masih termasuk Ahli Bait Rasulullah, beliau memakai nama Jawa dengan gelar Ki Harjo Binangun. Beliau pindah dari suatu daerah dan membuka wilayah baru di Morang karena menghindari pengejaran dari musuh-musuh beliau.

Hingga akhirnya Ki Harjo Binangun berada dan menetap sampai akhir hayatnya di desa Morang. Namun makamnya sudah tidak ada tanda nisannya dan masyarakat setempat menyebutnya sebagai Punden Nogosari atau Punden Desa Morang. (Tim/gw)

Topik Lain