Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Saturday, May 22, 2021

Rajin Pungut Sampah di Tempat Umum, Trash Hero Madiun Bukan Pemulung

Trash Hero Madiun saat melakukan aksinya di daerah Kecamatan Kare Madiun pada Sabtu (22/5/2021)
Gemawilis -
Jika melihat aktifitas mereka sekilas memang nampak seperti pemulung, pasalnya sekelompok anak muda asal Madiun ini rajin memungut sampah di tempat-tempat umum khususnya di lokasi wisata yang ada di Kota/Kabupaten Madiun.

Hal tersebut menurut pengakuan mereka berawal dari keprihatinan atas seringnya melihat sampah plastik yang berserakan di tempat-tempat umum dan di lingkungan masyarakat pada umumnya.

Bencana alam yang kerap terjadi, seperti banjir yang belakangan terjadi di Kabupaten Madiun juga menjadi alasan mereka untuk berinisiatif membentuk sebuah komunitas peduli pencemaran lingkungan yang salah satunya bisa memicu banjir, yakni sampah.

Namun sampah yang mereka punguti adalah sampah plastik karena selain susah terurai, sampah plastik juga bisa berdampak pada banjir karena menyumbat saluran air, mengurangi kesuburan tanah hingga pencemaran lingkungan.

Nama komunitas ini adalah Trash Hero Madiun, yang mayoritas melibatkan milenial peduli lingkungan. Meski berdiri belum lama, Trash Hero Madiun sudah banyak melakukan kegiatan dan kontribusi untuk lingkungan, yakni ikut mengurangi penggunaan plastik dan mengolah limbah plastik menjadi benda yang bermanfaat.

Ketua Trash Hero Madiun, Bintang Hasyim Nusantara mengatakan saat ini kelompok mereka memang belum banyak, sekitar 20 orang. Namun setiap week end agenda memungut sampah rutin mereka lakukan di tempat-tempat umum seperti tempat wisata, rest area, alun-alun, dan fasilitas umum lainnya yang ada di Kota maupun Kabupaten Madiun.

"Sering ya, kita lakukan. Setiap minggu pasti ada kegiatan. Ini baru sekitar 20 orang dan Alhamdulillah aktif. Kita juga ingin mengajak masyarakat yang lain jika ingin ikut gabung khususnya kaum milenia, "tutur Bintang, saat melakukan aksi memungut sampah plastik bersama taman-temannya di daerah Kecamatan Kare, tepatnya di Punden Nogosari calon wisata religi di Desa Morang Kecamatan Kare, Madiun, Sabtu (22/5/2021).

Bintang juga menambahkan jika budaya membuang sampah adalah salah satu penyebab terjadinya bencana. Oleh karena itu ia bersama rekan-rekannya berniat menggugah kepedulian warga masyarakat lewat komunitasnya dengan memungut sampah plastik untuk dijadikan Ecobrick.

“Bencana alam yang kerap terjadi, salah satunya akibat budaya membuang sampah sembarangan di masyarakat sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem dan menimbulkan berbagai bencana. Seperti, pencemaran air, banjir, timbulnya berbagai penyakit, dan dampak lainnya, "kata Bintang.
Ecobrick sendiri adalah aktifitas mengubah sampah plastik menjadi bahan baku pembuatan kerajinan atau bangunan. Yakni, botol plastik yang diisi padat memakai limbah non-biological untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali. Ecobrick juga menjadi salah satu solusi dalam menanggulangi sampah lokal.

“Sampah-sampah ini nantinya akan diolah langsung oleh para anggota, mulai dari menyiapkan sampah plastik hingga botol plastik dengan cara memungut di tempat-tempat umum. Setelah sampah terkumpul, isi botol dengan plastik sampai padat dan tidak berubah bentuk saat ditekan, kemudian ditutup kembali botolnya, "jelas Bintang, yang juga mendapuk sebagai Ketua Pemuda Madiun Bergerak (PMB) tersebut.

Ecobrick juga dapat dimanfaatkan sebagai material bangunan karena mempunyai sifat plastik yang awet, kuat, dan tahan air. Dalam proses pemanfaatan sampah plastik menjadi Ecobrick memang tidak mudah. Karena pertama, harus dilakukan pemilihan antara sampah anorganik dan sampah organik. Kemudian memasukkan limbah plastik yang sudah di gunting ke dalam botol plastik hingga penuh dan padat. Kunci utamanya adalah kepadatan, karena dengan hasil yang padat Ecobrick bisa dimanfaatkan menjadi bahan bangunan. (TJ/Tim/gw)

Topik Lain