Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Sunday, May 16, 2021

Sukses Berternak Burung Ekor Panjang, Warga Desa Tawangrejo Gemarang Ini Raup Untung Puluhan Juta

Sukses berternak burung murai batu, warga desa Tawangrejo Gemarang Madiun ini raup omset puluhan juta. (Fot: Ek/gw).
Gemawilis -
Berkat keuletan dan kejeliannya dengan binatang khususnya unggas, Slamet (51) seorang warga di Dusun Plosorejo, RT 29/04 , Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, Madiun berhasil menangkarkan salah satu burung termahal di Indonesia.

Pria kelahiran Madiun, 25 Agustus 1970 ini mengawali usaha ternaknya mulai tahun 2015. Berbagai macam jenis burung sudah pernah ia coba, mulai dari Kenari, Lovebird, Blackstroot hingga kini menjadi ahli dalam berternak burung Murai Batu.

Berbekal pengalaman dan keuletannya, kini usaha ternak burung yang digelutinya sudah semakin maju dan sudah menghasilkan banyak keuntungan bagi dirinya.

Saat ini Pak Slamet sudah memiliki kurang lebih 10 kandang ternak dengan berisi berpasang-pasang burung Murai Batu jenis ekor panjang. Mulai panjang ekor 18 cm hingga 23 cm.

Tambahan info, jenis burung murai batu adalah jenis burung yang memiliki ekor panjang. Mulai dari 12 cm hingga 40 cm (ada yang lebih). Umumnya, semakin panjang ekornya maka akan semakin mahal harga jualnya.

Menurut Pak Slamet, selama ini pembeli hasil dari penangkarannya tidak hanya dari area karesidenan Madiun saja, namun konsumen juga banyak yang datang dari luar daerah.

"Banyak. Dari luar kota juga sering. Seperti dari Surabaya, Kediri, Nganjuk Solo, dan bahkan hingga Jakarta, "tutur Pak Slamet, saat dijumpai Gemawilis.com di kediamannya. Minggu (16/5/2021).

Rencananya tahun ini pak Slamet akan menambah jumlah kandang dan indukan lagi. Supaya bisa melayani pembeli yang semakin banyak dari berbagai daerah. Baik yang inden anakan maupun yang datang secara langsung langsung ke kandang miliknya.

"Indukan saat ini ada 8 ekor, kualitas fighter dan trah bagus semua. biasanya baru lepas loloh sudah ada yang datang kesini mengambil anakan. Alhamdulillah selama ini pelanggan senang. Pembeli bisa merasa puas dan akhirnya minta inden lagi, "imbuhnya.

Rata-rata, anakan hasil penangkaran burung Murai Batu milik Pak Slamet saat ini dijual dengan harga mulai dari 2 juta hingga 5 jutaan per ekor. "Macam-macam, mulai dari harga satu juta setengah hingga lima jutaan, "jelasnya.

Burung Murai Batu sendiri selain untuk koleksi merupakan jenis burung yang sering dilombakan di Indonesia. Sehingga anakan atau hasil tangkaran burung Murai Batu umumnya mempunyai nilai jual tinggi jika berasal dari trah (indukan) yang bagus pula.

Selain itu, jenis burung dengan ekor panjang ini juga termasuk jenis burung yang dilindungi dengan pesebarannya antara lain di pulau Sumatra dan Kalimantan juga Jawa dengan ciri khasnya masing-masing dalam setiap jenisnya dan dari pulau mana ia berasal. (Eko/gw)

Topik Lain