Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Tuesday, May 04, 2021

Pembelajaran Tatap Muka di Kabupaten Madiun Mulai Dilakukan Uji Coba

Dua sekolah di Kabupaten Madiun mulai melakukan uji coba kegiatan belajar mengajar secara langsung ditengah pandemi Covid-19 (fot: Hum).
Gemawilis -
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun melakukan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahun 2020/2021 di SDN 01 Mejayan, Desa Mejayan dan SMPN 1 Mejayan, Kecamatan Mejayan, Madiun. Senin (3/5/2021).

Kegiatan uji coba PTM ini merupakan upaya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun dalam rangka menyelenggarakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di masa pandemi Covid-19.

Uji coba sendiri rencananya akan berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak Senin hingga Rabu (5/5/2021) dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan secara ketat selama berlangsungnya kegiatan.

Peserta didik diwajibkan menggunakan masker, sebelum memasuki sekolah dilakukan serangkaian pemeriksaan antara lain pengukuran suhu badan, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir yang telah disiapkan oleh pihak sekolah.

Kegiatan belajar mengajar secara tetap muka menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Siti Zubaidah, memang baru dilakulan didua sekolahan, yakni SDN 1 Mejayan dan SMPN 1 Mejayan.

Sebab, menurut Siti kedua sekolah itu dinilai yang paling layak dan siap untuk melangsungkan PTM karena persiapannya sudah dipertimbangkan secara matang sebelumnya. Selain itu seluruh wali murid sudah memberikan izin bagi anaknya untuk mengikuti PTM.

"Memang idealnya seluruh sekolah bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka. Tetapi kami tetap memberi porsi untuk sekolah jarak jauh apabila ada orang tua murid yang tidak mengizinkan anaknya untuk mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolahan, "kata Siti Zubaidah.

Lebih lanjut Siti menjelaskan, PTM pada awal ini sengaja dilaksanakan secara bertahap dan terbatas. Hal tersebut untuk mengantisipasi euforia para siswa sehingga lengah dalam menerapkan protokol kesehatan.

Kendati demikian, nantinya sekolah lain bisa mengikuti setelah mendapatkan rekomendasi dari pihak kecamatan maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta dapat menjadikan SDN 1 Mejayan dan SMPN 1 Mejayan sebagai referensi untuk menggelar PTM. (Tim/gw)

BERITA TERKAIT