Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Monday, May 17, 2021

Larangan Mudik Lebaran 2021 Berakhir, Dilanjut Masa Pengetatan Perjalanan Hingga 24 Mei

Pemberlakukan larangan mudik Idul Fitri 2021 telah berakhir pada Senin 17 Mei 2021. (Fot: Hum)
Gemawilis -
Pemberlakukan larangan mudik Lebaran 2021, atau kegiatan penyekatan dalam rangka mengantisipasi lonjakan covid-19 di masa libur panjang Idul Fitri 1442 Hijriah telah berakhir hari ini, Senin 17 Mei 2021.

Berakhirnya pembatasan mudik tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kepala Satgas Penanganan Covid -19 No.13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021.

Namun, meski larangan mudik Lebaran 2021 telah berakhir, dalam beberapa hari kedepan masih ada perpanjangan terkait hal itu. Yakni, masa pengetatan perjalanan. Masa pengetatan perjalanan ini akan berlangsung hingga Senin, 24 Mei 2021.

Hal itu sesuai dengan Addendum Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 tahun 2021 yang ditandatangani Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo.

"Tujuan adendum Surat Edaran untuk mengantisipasi peningkatan arus pergerakan penduduk yang berpotensi meningkatkan penularan kasus antar daerah pada masa sebelum dan sesudah periode peniadaan mudik diberlakukan, "kata Doni dalam adendum SE, seperti dilansir dari website resmi Polda Jatim, Senin (17/5).

Selama masa pengetatan perjalanan, masyarakat yang hendak bepergian menggunakan baik pesawat, kapal, maupun kereta api, wajib menunjukkan surat hasil tes RT-PCR atau rapid antigen dengan jarak waktu satu kali duapuh jam sebelum perjalanan.

Sementara bagi masyarakat yang melakukan perjalanan rutin menggunakan moda transportasi laut untuk pelayaran terbatas tidak wajib menunjukan surat hasil tes RT-PCR, rapid antigen, atau tes GeNoce C19.

Hal yang sama juga berlaku bagi masyarakat yang bepergian rutin menggunakan transportasi darat baik pribadi maupun umum dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan. (tim)