Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Friday, May 21, 2021

Harga Porang Produksi di Madiun Terjun Bebas, Prediksi Petani Meleset Pengepul Garuk-Garuk Kepala

Piki, petani porang di Desa Kare Kacamata Kare Kabupaten Madiun saat memanen tanaman porang miliknya pada Jumat sore waktu setempat. (Fot: TJ).
Gemawilis -
Sempat digadang-gadang bakalan naik daun dan menjadi primadona kini harga Porang produksi turun drastis. Tercatat harga lama di bulan yang sama dengan tahun kemarin harga umbi Porang turun hampir 50 persen.

Para petani memprediksi harga Porang yang akan melejit setelah bulan Ramadan nampaknya masih belum menandakan adanya kenaikan. Bahkan diprediksi akan terus merosot hingga pertengahan musim kemarau.

Namun hal tersebut bukan menjadi masalah besar bagi Petani senior yang telah lama menggeluti dunia per-porangan Indonesia. Bahkan masih bisa dikatakan untung.

Kilas balik sebelum setenar sekarang, umbi porang stabil di harga 3 ribuan mereka masih terhitung untung. Jadi tidak ada masalah berarti jika harga Porang yang per hari ini jatuh di harga 6.500/kg.

Hal serupa juga membuat para pengepul terus garuk-garuk kepala, pasalnya umbi Porang yang dibeli sejak akhir musim hujan membludak karena blunder yang terjadi membeli dengan harga 8.500 - 9.000/kg tentu hal ini membuat modal yang seharusnya berputar menjadi stagnan.

Salah seorang petani di Dusun Gondosuli, Desa Kare Kecamatan Kare, Madiun, kepada Gemawilis.com mengatakan sebelum lebaran harga Porang sempat di hargai 8.500 - 9.000/kg, namun pada waktu itu meski tanaman Porang miliknya sudah bisa dipanen ia tidak segera menjualnya. Karena dari isu yang beredar nanti setelah lebaran harga Porang akan semakin naik (mahal).

"Kemarin sebelum puasa sempat ditawar harga 9000, tapi isunya setelah lebaran akan naik maka saya tahan dulu. Gak taunya sekarang malah turun, harga saya dengar hari ini sekitar 6500 per kilo. Ya bukannya rugi, tapi jauh dari angan-angan saja, yang tadinya petani sudah semangat menanam porang sekarang lihat harganya seperti ini jadi ikut lesu, "tutur Piki, saat ditemui dikebunnya. Jumat (21/5/2021).

Dilain pihak, hal tersebut dibenarkan oleh seorang pengepul porang, Geri, Omah Bibit Porang, yang juga masih dari wilayah Kecamatan Kare. Ia membenarkan jika saat ini porang produksi dari petani di hargai 6.500/kg.

"Saat ini pengepul beli ke petani dengan harga 6.500 hingga 6.800 per kilo. Tapi ada sebagian, soalnya gimana ya, kelihatannya ada yang mau main-main dengan harga porang ini. Makanya harganya kesannya tertutup kadangkan banyak orang yang tau ini pabrik terima harga 7 ribu, tapi setelah saya kroscek sendiri ke pabrik harganya tidak segitu, kan gitu, "tutur Geri.

Sementara, jika melihat pada tahun sebelumnya, pada periode 2019 - 2020, budidaya tanaman porang di Indonesia semakin banyak, hampir semua daerah para petani berlomba-lomba untuk menanamnya. Apalagi pada tahun kemarin harga cengkeh turun drastis, yang biasanya di sejumlah daerah cengkeh masih menjadi andalan para petani. Hal tersebut tentunya juga menjadi salah satu alasan untuk mendorong para petani semakin kepincut berbudidaya porang dan sedikit melupakan cengkeh.

Mungkin dari alasan diatas juga pada masa tanam musim ini porang banyak dibudidayakan oleh para petani, ditambah lagi dengan permintaan pasar terhadap umbi porang cukup signifikan baik untuk diperjualbelikan di dalam negeri maupun selebihnya di ekspor ke luar negeri. Sehingga komoditas pertanian jenis umbi ini pada masa panen tahun ini setoknya melimpah hingga mempengaruhi harga jualnya. (Ds/Tim/gw)

Topik Lain