Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Thursday, May 06, 2021

Gagal Mudik, 45 Kendaraan Pribadi dan 10 Bus Putar Balik di Exit Tol Dumpil Madiun

Sejumlah kendaraan pribadi dan bus yang terindikasi membawa para pemudik diminta untuk putar balik di Tol Dumpil Madiun (fot: istimewa)
Gemawilis -
Kurang lebih sudah ada sekitar 10 Bus dan 45 kendaraan pribadi yang diminta untuk putar balik oleh petugas gabungan yang berjaga di Exit Tol Dumpil Madiun, sejak diberlakukannya penyekatan terkait larangan mudik di Kabupaten Madiun. Kamis (6/5/2021).

Kendaraan yang dipaksa putar balik itu dinilai sudah terindikasi sebagai pemudik yang melakukan perjalanan. Sebelum dihalau untuk putar balik, petugas terlebih dahulu melakukan pengecekan terhadap kendaraan dan kelengkapan dokumen persyaratan para penumpangnya.

Penyekatan larangan mudik di akses masuk ke wilayah Kabupaten Madiun Exit Tol Dumpil dilakukan oleh petugas gabungan dari Polisi, TNI, Dishub, Denpom, dan Satpol PP Kabupaten Madiun.

Kasat Lantas Polres Madiun AKP Ari Bayuaji mengatakan puluhan kendaraan yang memasuki wilayah Kabupaten Madiun terpaksa diputar balik oleh petugas. Puluhan kendaraan tersebut terindikasi sebagai pemudik.

“Sudah ada sekitar 10 Bus dan 45 Kendaraan Pribadi yang sudah putar balik, setelah di cek petugas terindikasi sebagai pemudik yang melakukan perjalanan, "Kata Ari Bayuaji, Kamis (6/5/2021).

Namun demikian, menurut Ari ada pengecualian bagi perjalanan dinas dengan tanda tangan dan cap basah, seperti ibu hamil, orang sakit dan kendaraan logistik, mereka tetap mendapat ijin untuk lewat. Selain itu harus putar balik.

Ari mengungkapkan meski sempat ada perdebatan seperti dari para supir bus yang berdalih sudah memasang stiker khusus dari pemerintah, namun setelah dijelaskan petugas para pemudik tersebut akhirnya dengan ikhlas mau memutar balik kendaraannya lantaran menyadari saat ini pemerintah tengah melakukan pelarangan mudik di masa pandemi Covid-19.

“Mereka pastinya ada yang kesal dan protes, namun setelah kami menjelaskan dengan cara yang humanis, akhirnya mereka mengerti dan mau putar balik, untuk itu kami menghimbau kepada masyakarat untuk tidak melakukan mudik lebaran, "imbaunya (Hum/gw)