Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Saturday, May 15, 2021

Cara Mendapat Penghasilan Rutin dan Tetap Setiap Bulan Dengan Menanam Jahe di Media Polybag

Menanam jahe di media polybag bisa mendapat penghasilan rutin setiap bulannya. (Fot: istimewa).
Gemawilis - 
Menanam Jahe memang tidak bisa langsung dapat dipanen dalam setiap bulannya, karena jahe hanya bisa dipanen kalau usianya sudah tua atau matang, sekitar 8-10 bulan.


Namun bukan berarti tidak bisa disiasati, sebab jika dihitung-hitung budidaya jahe hasilnya sangat lumayan menggiurkan. Apalagi setiap bulan bisa panen.

Jika tidak memiliki lahan yang cukup luas, media polybag adalah pilihan utama untuk budidaya jahe. Bahkan dengan menanam di polybag, kita bisa menentukan kapan panennya. Disini polybag yang digunakan adalah karung, bisa ukuran apa saja (saran, karung beras 50 kg).

Nah, biar bisa gajian setiap bulan, kita akan menggunakan sistem roling dalam bertanam jahe menggunakan media karung/polybag, (tanam dan panen jahe nya secara berkesinambungan).

Maksud tanam roling adalah setiap bulannya kita mesti menanam bibit jahe. Bisa jahe emprit, jahe gajah, atau jahe merah dan yang lainnya. Sebagai contoh misalnya kita bisa menanam 30-50 polybag.

Setiap awal bulan kita harus menanam jahe, misal bulan Januari pada minggu awal kita tanam 50 polybag, selanjutnya bulan februari di minggu awal kita juga tanam lagi 50 polybag, begitu juga bulan untuk maret dan bulan-bulan berikutnya.

Lalu kapan panennya? Seperti penjelasan diatas, jika Jahe akan bisa dipanen saat usainya sudah 10 bulan. Maka untuk skema tanam dan waktu panen bisa dilihat dalam tabel di bawah ini.

Bulan Tanam - Jumlah Tanam - Bulan Panen:
1. Januari tanam 50 polybag panen bulan November
2. Februari tanam 50 polybag panen bulan Desember
2. Maret tanam 50 polybag panen bulan Januari
3. April tanam 50 polybag panen bulan Februari
4. Mei tanam 50 polybag panen bulan Maret
5. Juni tanam 50 polybag panen bulan April
6. Juli tanam 50 polybag panen bulan Mei
7. Agustus tanam 50 polybag panen bulan Juni
8. September tanam 50 polybag panen bulan Juli
9. Oktober tanam 50 polybag panen bulan Agustus
10. November tanam 50 polybag panen bulan September
11. Desember tanam 50 polybag panen bulan Oktober

Dengan metode penanaman seperti diatas maka kita akan bisa memanen tanaman jahe dalam setiap bulan secara terus menerus selama kita rajin menanam dalam setiap bulannya.

Lebih jelasnya segini modal setiap bulan yang meski kita keluarkan untuk menanam jahe di 50 polybag agar bisa dapat untung setiap bulannya.

1. Bibit Jahe 150 tunas (kita tanam tiga rimpang dalam satu karung) X Rp 1.500  = Rp 225.000

2. Polybag/karung 50 X Rp 2.000 = Rp 100.000

3. Media Tanam 50 x Rp 3.500 = Rp 175.000

4. Perangsang Akar/umbi = Rp 75.000

5. Total biaya = Rp 575.000

Kemudian mari kita hitung penghasilan setiap bulannya. Budidaya jahe dengan polybag karung idealnya bisa menghasilkan rata-rata 10 kg tiap karungnya. Tapi disini kita ambil contoh hasil kemungkinan terendahnya saja, misalkan 1 karung menghasilkan 5 kg jahe dan harga jual per kilo jahe tingkat pengepul sekitar Rp 8.000.

1. Maka, 50 karung X 5 kg = 250 kg

2. 250 kg X Rp 8.000 = Rp 2.000.000 – Rp 575.000 (modal 50 polybag per bulan)

3. Maka setiap bulan hasil dari menanam 50 polybag, Total untung Rp 1.425.000.

Jadi bisa kita ketahui dengan menanam 50 polybag dalam setiap 1 bulan selama 1 satu tahun, nantinya kita bisa memanennya secara rutin dalam setiap bulannya. Semoga bermanfaat. (Ed/gw)