Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Tuesday, April 27, 2021

Tenang, Tidak Semua Lokasi Disekat, Masyarakat Madiun Masih Boleh Mudik Lokal, Begini Ketentuannya

Petugas Gabungan gelar Apel Kesiapan Larangan Mudik di Lapangan Tribrata Mapolres Madiun dipimpin langsung oleh Bupati Madiun bersama Kapolres dan Kodim Madiun (fot: Humkab).
Gemawilis -
Tenang, meski Pemerintah melarang mudik pada Idul Fitri tahun ini, tetapi untuk masyarakat Kabupaten Madiun masih diperbolehkan untuk mudik lokal. Masyarakat hanya dibatasi melakukan mobilitas di wilayah Madiun Raya yang terdiri dari Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Pacitan.

Kapolres Madiun AKBP Bagoes Wibisono, usai Apel Kesiapan Pengamanan Larangan Mudik Hari Raya Idulfitri di lapangan Mapolres Madiun, pada Senin (26/4/2021), mengatakan, lebaran nanti petugas gabungan akan menerapkan sistem rayonisasi, sehingga tidak semua lokasi akan dilakukan penyekatan.

"Masyarakat masih bisa melakukan mobilitas antar-daerah di wilayah rayon lima. Jadi, warga yang melakukan mudik lokal di Kota Madiun, Magetan, Ngawi, Ponoogo, dan Pacitan itu masih diperbolehkan. Tapi, kalau keluar dari wilayah lima itu tidak boleh. Karena akan dilakukan penyekatan, "katanya.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, di beberapa titik perbatasan kabupaten Madiun petugas gabungan akan bersiaga penuh selama 24 jam. Jika ada warga yang dari luar daerah masuk ke Madiun maka akan dihalau dan diminta untuk putar balik.

Selain di perbatasan antara Kabupaten Madiun dengan kabupaten lainnya, pihak kepolisian juga akan melakukan penyekatan di exit tol Dumpil dan dan exit tol Krapyak. "Akan dilakukan seleksi di pos pantau penyekatan, kalau bukan warga Kabupaten Madiun akan langsung diminta putar balik, "tegas Kapolres Madiun.

Sementara itu, Bupati Madiun, Ahmad Dawami, juga meminta agar masyarakat Madiun yang merantau diluar kota untuk sementara tidak mudik dulu. Hal ini untuk menghindari lonjakan kasus covid-19. Bupati menyebut, karena setiap setelah hari libur panjang pasti ada lonjakan kasus positif.

“Setelah libur panjang biasanya ada lonjakan kasus positif. Liburan tiga hari yang terakhir kemarin juga ada lonjakan. Nanti jika ada perantau yang nekat mudik akan diperiksa oleh Dinas Kesehatan dan setelah itu akan dikarantina, "kata Bupati. (Tim/gw)