Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Thursday, April 08, 2021

Tenang, Pemkab Madiun Akan Kucurkan Dana Sebesar 2 Miliar untuk Mensubsidi Pupuk Petani Katagori Kecil

Subsidi pupuk bagi petani katagori kecil di Kabupaten Madiun akan dialokasikan menjelang musim tanam tahun 2021 (fot: ilustrasi)
Gemawilis -
Untuk meringankan beban petani dalam mencukupi kebutuhan pupuk pada musim tanam tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun akan mengucurkan dana sebesar Rp 2 miliar guna mensubsidi pupuk bagi petani ketagori kecil.

Subsidi akan dialokasikan menjelang musim tanam padi tahun 2021. Menurut keterangan Plt Sekretaris Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun Sumanto. Jumlah petani kecil yang akan mendapatkan bantuan mencapai 18 ribu petani dari total jumlah petani yang mencapai 83.849 orang.

Sementara, untuk kriteria petani yang akan mendapatkan bantuan subsidi pupuk adalah, petani yang dengan kepemilikan lahan di bawah 0,175 hektare. Bantuan pupuk bersubsidi untuk petani kategori kecil itu mendasar dari jatah pupuk bersubsidi yang ditetapkan berkurang oleh pemerintah pusat.

Berikut data jatah pupuk subsidi di Kabupaten Madiun tahun 2021, jenis urea sebanyak 17.975 ton dari kebutuhan 18.064 ton. Jenis ZA 6.400 ton dari kebutuhan 12.253 ton, SP-36 sebanyak 1 ton dari kebutuhan 2.137 ton, phonska 12.351 ton dari kebutuhan 30.204 ton, dan organik sebanyak 7.350 ton dari kebutuhan 28.614 ton.

Dikutip dari Tribun News, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, terkait hal itu pihaknya mengapresiasi langkah Pemkab Madiun yang akan mengucurkan subsidi pupuk bagi petani ketagori kecil sebesar Rp 2 miliar dari dana APBD.

Mentan mengatakan, penyediaan pupuk bersubsidi dilakukan untuk mendukung pencapaian sasaran produksi komoditas pertanian. Pupuk adalah bagian untuk menghadirkan ketahanan pangan, agar pertanian lebih baik.

"Pupuk hal yang penting. Pupuk itu bukan cuma masalah alami saja, "kata Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Kamis (8/4/2021). (Tim/gw)