Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Thursday, April 15, 2021

Sejumlah Desa di Kabupaten Madiun Terendam Banjir, BMKG Sempat Mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca Buruk

Petugas BPBD Kabupaten Madiun sedang memantau kondisi banjir - Foto Antara/Siswowidodo.
Gemawilis -
Akibat hujan deras selama 6 jam pada Rabu (14/4/2021), dari sekitar pukul 18.00 Wib hingga 01.00 Wib (15/4/2021) atau Kamis dinihari, sejumlah Desa di Kecamatan yang ada di Kabupaten Madiun terendam banjir. Banjir di pemukiman warga diakibatkan karena debit air di Sungai Jeroan meluap.

Hingga kini, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun masih terus memantau kondisi genangan air di beberapa desa yang tergenang air seperti di wilayah Kecamatan Balerejo, Kecamatan Saradan, dan Kecamatan Pilangkenceng.

Baca Juga: BMKG Himbau Masyarakat Waspadai Banjir dan Longsor Saat Hujan Turun

Sebelumnya BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini cuaca buruk di Jawa Timur selama tiga hari. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap hujan deras yang mengakibatkan banjir saat pancaroba.

Selain merendam puluhan rumah di empat Desa di Kecamatan Saradan, banjir juga menggenangi Jalan Raya Madiun-Surabaya sehingga arus lalu lintas sempat macet dari kedua arah.

"Malam tadi banjir merendam wilayah Kabupaten Madiun termasuk jalan nasional. Ada 4 desa yang terdampak, Desa Sukorejo, Sidorejo, Sugihwaras dan Bajulan. Semua ada di Kecamatan Saradan, "kata Bupati Madiun, Ahmad Dawami, Kamis (15/4/2021).

Bupati Madiun menambahkan, kondisi saat ini untuk genangan air di jalan nasional telah surut. Sebelumnya banjir di Kecamatan Saradan itu telah mengakibatkan kemacetan sejak pukul 20.00 Wib hingga sepanjang kurang lebih 4 kilometer.

Lebih lanjut Bupati Madiun mengatakan, untuk pencegahan dan mengatasi banjir Pemkab Madiun akan berkoordinasi dengan Perhutani.

"Sungai ini melewati kawasan Perhutani. Jadi akan kita komunikasikan dengan Perhutani. Sehingga akan diupayakan mana-mana saja yang perlu diberi treatment, "jelas Bupati Madiun Ahmad Dawami. (Tim/gw)


BERITA TERKAIT