Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Saturday, April 10, 2021

Ribuan Paralon Warga Desa Randualas Hanyut, Kendala Dana dan Medan Perbaikan Belum Selesai

Gemawilis -
Upaya terus dilakukan warga Desa Randualas Kecamatan Kare Madiun, untuk mencukupi kebutuhan air bersih pasca terjadinya banjir bandang pada Kamis (1/4/2021) yang lalu.

Pantauan media pada Sabtu (10/4/2021), warga dari beberapa dusun di Desa Randualas terus bergotong royong melakukan kerja bhakti di sepanjang saluran pipa air dengan medan yang sangat sulit. Warga harus masuk hutan, bahkan memanjat tebing-tebing tempat dimana pipa-pipa mereka rusak di bawa arus banjir.

Menurut keterangan warga dilokasi perbaikan saluran air di daerah sungai Santan mengatakan, setidaknya ada kurang lebih sekitar 3 sampai 4 kilo paralon dengan ukuran 3 Dim yang rusak di bawa arus banjir. Setiap hari selama seminggu mereka harus masuk ke hutan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 5 sampai 6 kilo untuk menuju titik lokasi kerusakan paling parah.

Retno, salah satu warga Dusun Kayen mengatakan, perbaikan dilakulan secara langsung bagi kelompok yang sudah mempunyai dana, namun untuk kelompok yang belum mempunyai dana perbaikan dilakulan secara bertahap.

"Perbaikan sudah kita lakukan seminggu ini tapi belum selesai. Kendala dana dan juga medan yang sulit. Jadi warga yang kelompoknya ada dana bisa segera dikerjakan saluran airnya. Tapi yang tidak ada dana ya harus nunggu, karena harus beli paralon dulu dan butuh paralon banyak, "terangnya.

Retno, menambahkan dalam perbaikan untuk keperluan membeli paralon baru, setiap Kepala Keluarga (KK) yang masuk dalam kelompoknya dikenakan iuaran sebesar 350 ribu.

Tak hanya warga satu dusun di Desa Randualas saja yang pipa airnya rusak, namun akibat banjir bandang itu hampir seluruh saluran air milik warga Desa Randualas seperti Dusun Karangangung, Templek, Dawung, Selaji, hingga Desa Cermo, dan Desa Gemuruh Kecamatan Gemarang juga ikut raib dibawa banjir.

Sementara untuk setiap kelompok besaran iuarannya tergantung tingkat kerusakan yang ditimbulkan, masing-masing ada yang 350 ribu hingga 500 ribu. Bahkan menurut warga, toko material di dua tempat yakni di daerah Pasar Cermo dan Pasar Gondosuli Kare sempat kehabisan setok paralon karena banyaknya kebutuhan warga.

"Jadi masing-masing kelompok besar iuarannya tidak sama, ada yang 300 ada yang 500 ribu tergantung kebutuhannya. Kemarin dua toko material sempat kehabisan setok karena sangking banyaknya warga yang beli. Kalau ditotal banyak jumlahnya, bisa ribuan paralon. Karena selain milik warga Randualas, warga Cermo sampai Gemuruh sana juga banyak yang rusak, "ungkap Winardi, warga Dusun Dawung RT 8.

Warga belum tau kapan perbaikan akan selesai, karena banyak titik yang rusak termasuk satu jembatan pipa air yang ada di sungai Santan. Selain faktor dana, medan sulit juga menjadi kendala utama dalam melakukan perbaikan. Di beberapa titik menurut warga pipa ada yang harus diperbaiki di tebing-tebing.

Meski begitu, kerja keras terus dilakukan warga agar air segera mengalir ke tempatnya masing-masing. Apalagi sebentar lagi bulan puasa. "Beberapa titik ada yang harus memanjat tebing, jadi perlu hati-hati, "tambah Winardi.

"Targetnya sebelum puasa sudah selesai warga tiap hari butuh air apalagi bulan puasa. Semoga biayanya juga gak nambah lagi, kasihan warga sudah iuran secara swadaya. Harapannya ada bantuan juga dari pemerintah agar warga ada sedikit keringanan, soalnya inikan termasuk bencana alam, "ungkap Pak Jo, salah satu warga dari Dusun Kayen. (Tim/gw)

BERITA TERKAIT