Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Wednesday, April 14, 2021

Puasa Tapi Tidak Sholat, Lalu Bagaimana Hukumnya?

Gambar ilustrasi (fot: pixabay)
Gemawilis -
Bagi seorang muslim, ibadah puasa di bulan Ramadhan dan Sholat lima waktu merupakan rukun islam yang harus dijalani karena hukumnya wajib. Artinya, keduanya harus dilaksanakan dan tidak boleh ditinggalkan.

Namun kenyataannya dalam menjalani kehidupan sehari-hari masih ada sebagian umat islam yang masih sering meninggalkan kewajibannya sebagai seorang muslim, terutama sholat wajib.

Nah, karena puasa ramadhan hanya dilaksanakan satu kali dalam setiap tahun, maka ada sebagian umat muslim yang sangat semangat dalam menjalaninya tetapi pada saat yang bersamaan mereka meninggalkan sholat wajib lima waktu.

Padahal sebagai seorang muslim, sholat wajib lima waktu merupakan ibadah pokok dan wajib dikerjakan bagi orang yang sudah memenuhi persyaratan dalam aturan hukum islam dan tidak boleh ditinggalkan apapun alasannya.

Lalu bagaimana jika kondisinya demikian, sahkah puasa seseorang muslim yang meninggalkan sholat wajib lima waktu?

Berikut hasil fatwa Darul Ifta’ di Mesir yang pernah diterbitkan dalam majalah Amanah Ammah lil Fatwa;

فمن صـام وهو لا يصلي فصومه صحيح غير فاسد؛ لأنه لا يُشتَرَط لصحة الصوم إقامة الصلاة، ولكنه آثمٌ شرعًا من جهة تركه للصلاة، ومرتكب بذلك لكبيرة من كبائر الذنوب، ويجب عليه أن يبادر بالتوبة إلى الله تعالى، أما مسألة الأجر فموكولة إلى الله تعالى، غير أن الصائم المُصَلِّى أرجى ثوابًا وأجرًا وقَبولًا ممن لا يصلى

Barangsiapa berpuasa namun tidak sholat, maka puasanya sah tidak batal. Hal ini karena sahnya puasa tidak disyaratkan harus melaksanakan sholat. Hanya saja dia dinilai telah melakukan dosa besar karena telah meninggalkan sholat, dan dia harus segera bertaubat kepada Allah.

Kemudian terkait mengenai pahala, maka semuanya diserahkan kepada Allah dan tentu orang yang berpuasa dan melakukan sholat lebih diharapkan diterima dan mendapatkan pahala ketimbang yang berpuasa namun tidak melaksanakan sholat.”

Sementara itu, menurut penceramah Ustaz Maulana pada salah satu artikel yang dimuat di Kompas.com, ia menyatakan, orang yang berpuasa tetapi tidak melakukan sholat wajib maka puasanya tetap dianggap sah. Karena menurutnya, ibadah sholat adalah ibadah tersendiri dan ibadah puasa juga ibadah tersendiri.

"Maka kalau sholat lalu tidak puasa maka sholatnya tetap sah, begitu pula kalau puasa lalu tidak sholat maka puasanya tetap sah, "kata Ustaz Maulana.

Ahmad Syafi'i Maarif atau yang kerap disapa Buya Syafi'i Maarif, juga mengungkapkan hal yang sama. Ia menegaskan bahwa seseorang yang tidak beribadah sholat saat bulan ramadhan, maka puasanya tetap dianggap sah.

Kendati demikian, Buya Syafi'i menganjurkan untuk tidak meninggalkan sholat wajib karena sholat itu sendiri adalah tiang agama. "Tentu tidak batal, tetapi sholat adalah tiang agama, "tegas Buya Syafi'i, dalam artikel tersebut.

Selain itu, dalam sebuah hadis juga telah disebutkan bahwa sholat ialah amalan pertama yang dilihat (hisab) Allah di hari akhirat kelak," (HR Ibn Majah). Dalam hadis lain juga dikatakan, "Antara hamba (mukmin) dan kafir ialah meninggalkan sholat," (HR Ibnu Majah). (Tim/gw)