Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Monday, April 26, 2021

Ngabuburit Ekologi: Sinergi Kebijakan Penanganan Menuju Trenggalek Pro Iklim

Ngabuburit ekologi sinergi kebijakan penanganan menuju Trenggalek pro iklim (fot: ilustrasi perkawis)
Gemawilis -
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah menjadi hal yang sangat krusial ketika menyikapi permasalahan perubahan Iklim yang kini menjadi isu besar. Maraknya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor saat musim penghujan, serta kekeringan dan kebakaran hutan saat musim kemarau menjadi perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Trenggalek.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengatakan kondisi trenggalek dengan topografi wilayah pegunungan memiliki tanggung jawab yang besar dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga hutan, untuk itu diperlukan tata kelola hutan, serta pengurangan resiko bencana.

“Selama ini, kami berupaya untuk menumbuhkan kesadaran warga, baik memberikan teguran maupun penghargaan kepada Desa yang telah menjaga kelestarian lingkungan melalui program Adipura Desa yang pada tahun 2021 ini telah memasuki tahun ketiga, "ujar pria yg kerap di panggil Mas Ipin ini saat Ngabuburit Ekologi yang di gelar via daring.

Tahun 2021 ini, lanjut Ipin, Kabupaten Trenggalek juga mencanangkan program Bambo Reforestation, yakni gerakan tanam bambu untuk wilayah hutan kritis, zona tangkapan air, mata air hingga kawasan perlindungan setempat.

Gerakan tanam bambu ini, lanjut Mas Ipin, menjadi gerakan bersama masyarakat untuk melestarikan lingkungan, sebab jika semata -mata mengandalkan dana pemerintah (APBD) maka anggarannya terbatas.

Hal senada diungkapkan Dr. Joko Tri Haryanto, Badan Kebijakan Fiskal, Permasalahan perubahan iklim ini, bukan saja masalah daerah, namun sudah menjadi isu global, untuk itu pemerintah pusat dan daerah hendaknya bisa sinergi dalam hal kebijakan program maupun pembiayaan fiskal.

Pemerintah Pusat saat ini, lanjut Joko, sedang menyusun pemberian insentif kepada kabupaten yang memiliki komitmen kuat untuk menerapkan kebijakan Pro Iklim, dana ini diberikan dengan proporsi yang fair, berdasarkan Indeks Kualitas Lingkungan sebuah kabupaten.

Trenggalek memiliki tantangan untuk dapat menerima amanah _reward_ dari pusat, jika kualitas lingkungannya terus membaik serta memberikan kontribusi besar dalam pengurangan emisi karbon.

Pada sesi ketiga Ngabuburit Ekologi ini, Pietra Widiadi dari DIAL Foundation dalam dialog Ngabuburit Ekologi mengatakan wilayah Trenggalek yang memiliki 70 persen pegunungan punya PR besar untuk menjaga alam sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar hutan.

“Skema penanganan Perubahan Iklim harus dilakukan hingga pada level paling bawah, yakni di tingkat desa, dan saya mengapresiasi Trenggalek sudah menggelar Program Adipura Desa, namun harus terus didorong menggunakan skema kebijakan lain, "ujar Piet.

Sementara itu, Ketua Umum Pelestari Kawasan Wilis mengapresiasi keberanian Bupati Trenggalek untuk menerapkan kebijakan Kabupaten Pro Iklim.

Kebijakan ini akan menjadi payung besar dalam mereduksi kerusakan lingkungan yang kini telah terjadi, mulai dari dampak bisnis tambang, hingga kondisi alih fungsi lahan hutan menjadi lahan pertanian. (TA/gw)