Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

Friday, April 2, 2021

Berawal Iseng, Kedai Cantigi Milik Mahasiswi Ini Mulai Dibanjiri Pesanan, Solusi Produk Ramah Lingkungan

Erike Ramadhani pendiri kedai cantigi dan bimbel genius di kelurahan/kecamatan wungu madiun.
Gemawilis -
Berawal iseng untuk mengisi waktu sambil menunggu wisuda, seorang mahasiswi lulusan Pendidikan Biologi, kini mampu mempunyai usaha secara mandiri. Bahkan berkat ketrampilannya membuat pernak-pernik itu kini ia mampu menghasilkan keuntungan dalam setiap harinya.

Sosok dara manis yang tak mau diam dalam berkreasi itu adalah Erike Ramadhani warga RT. 028/002, Kelurahan/Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

Ditemui di kediamannya sekaligus tempat usahanya yang diberi nama Kedai Cantigi, Erike, sapaan akrabnya bercerita usaha yang ia rintis awalnya hanyalah iseng semata. Namun belakangan berkembang dan banyak yang memesan hasil kerajinannya.

Erike mengaku jika rintisan UMKM Kedai Cantigi yang ia dirikan memang berawal merupakan sebuah proyek iseng namun bertanggungjawab.

"Awalnya dijadikan kegiatan mengisi waktu. Iseng sambil nunggu wisuda. Sekitar akhir tahun 2018. Ya disini, dirumah ini, "kata Erike. Jumat (2/3/2021) siang.

Akibat rasa penasarannya terhadap berbagai karya seni seperti handmade atau craft membuat cewe yang juga hobi naik gunung ini semakin merasa ingin mengembangkan rintisan usahanya.

Alhasil, kini Kedai Cantigi milik Erike sudah bisa menyediakan berbagai macam karya yang bisa memenuhi kebutuhan dan melengkapi momen setiap customer yang berpesan secara online maupun yang datang langsung ketempatnya.

Saat ini kata Erike, Kedai Cantigi masih berupa UMKM online dengan gallery seadanya di rumahan yang juga tergabung dengan Bimbel Genius miliknya.

"Jadi sementara ini masih jadi satu sama Bimbel Genius, kebetulan selain membuat kerajinan saya juga membuka Bimbel. Kalau kerajinan dari Kedai Cantigi biasanya customer online, tanya-tanya dulu terus ada kesepakatan baru kita kerjakan, "jelasnya.
Salah satu karya Erike di kedai cantigi.
Kedai Cantigi sendiri menyediakan berbagai macam buket seperti, buket bunga flanel, hijab, snack, uang, kado bayi, baju dll. hampers berbagai isian, tart snack, souvenir gantungan kunci, mainan edukasi dan berbagai kerajinan flanel, felt blooming rattan, bunga keranjang, papan bunga mini, flower in frame, talenan ucapan, paperflower untuk backdrop ulang tahun, tedak siten dan lamaran. Selain itu Kedai Cantigi juga melayani pembuatan mahar dan hantaran nikah.

Ditanya mengenai nama yang ia pakai pada usahanya Erike menuturkan nama Kedai Cantigi terinspirasi dari hobinya yang suka dengan aktivitas mendaki gunung, yakni tumbuhan cantigi (Vaccinium vangiliafolium).

"Cantigi memang tidak semelegenda bahkan tidak semenarik edelweiis. Namun, cantigi itu pelindung pendaki. Kuat dan tegak meski di cuaca ekstrim. Artinya Kedai Cantigi selalu memberikan apa yang dibutuhkan, selalu ada, "ungkap Erike.

Selain itu, hal yang menarik hasil dari Kedai Cantigi menurut pemilik adalah, selama berdiri selalu mengusahakan untuk meminimalisir penggunaan plastik dalam pembuatannya. Di masa mendatang, Kedai Cantigi ingin menjadi UMKM yang memberikan solusi produk yang tetap ramah lingkungan.

Bahkan saat ini, owner lebih luas mendalami berbagai teknik kerajinan tangan salah satu diantara list yang sedang dipelajari saat ini adalah kerajinan rajut, macrame untuk mengembangkan UMKM rintisan ini agar lebih bermanfaat di masyarakat. (ER/gw)

Rekomendasi