Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Tuesday, April 13, 2021

Asal Muasal Ayam, Unggas Liar Hidup di Hutan-Hutan Hingga Banyak Dipelihara oleh Masyarakat

Asal muasal penyebaran ayam, unggas liar hidup di hutan-hutan hingga banyak dipelihara oleh masyarakat (gambar: pixabay).
Gemawilis - 
Siapa tak kenal Ayam dan Itik, hewan unggas yang hampir selalu ada disetiap lingkungan warga diseluruh nusantara baik di kota ataupun di desa. Ayam banyak dipelihara oleh masyarakat dan juga dijadikan konsumsi baik daging maupun telurnya selain memelihara sebagai hobi.


Dilansir dari Museum Pertanian (Kementerian Pertanian RI),  ternyata itik dan ayam sudah dipelihara oleh manusia lebih dari 10.000 tahun yang lalu. Ayam pertama kali dikenal dalam peradaban manusia di negara India.

Konon, sebelum dikenal oleh banyak orang, hewan unggas liar ini umumnya hidup di hutan-hutan sebelum akhirnya di pelihara oleh manusia. Lambat laun karena menghasilkan daging dan telur, ayam kemudian dikonsumsi oleh masyarakat luas diseluruh dunia.

Berawal dari India, kemudian keberadaan ayam menyebar ke Korea dan Mediterania bagian Barat, hingga kemudian menyebar sampai ke Indonesia hingga sekarang.

Bukti keberadaan ayam di nusantara dikuatkan dengan adanya beberapa prasasti yang menuliskan bahwa ternak ayam sudah dipelihara sejak masa kerajaan. Dikatakan dalam sebuah sumber, yakni dalam prasasti Sangsang 907 Masehi yang menyinggung tentang ternak itik dan ayam.

Prasasti Pucangan pada masa pemerintahan raja Anak Wungsu yang berkuasa di kerajaan Bali 1049-1077 mencatat bahwa raja mengabulkan permintaan rakyatnya untuk memelihara anjing dan ayam.

Selain itu, bukti berupa prasasti Prameshvara Pura 1275 menyebutkan pesan raja Sri Kartanegara kepada rakyat untuk memberikan sesajen seperti ayam, telur, dan uang.

Hingga kemudian akhirnya keberadaan ayam terus berkembang karena jenis unggas yang satu ini memang sangat menarik bagi penduduk pada waktu itu. Selain mudah untuk di pelihara, telur dan dagingnya juga dapat dikonsumsi masyarakat.

Bahkan ada yang mengabarkan pada saat pembangunan candi-candi pada jaman dulu, putih telur ayam digunakan sebagai bahan perekat batu-batu candi. (Ards/gw)