Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Sunday, March 14, 2021

Poros Kaesang Pangarep dan Maudy Ayunda Menurut The Law of Attraction

Gambar ilustrasi/fot: istimewa.
Gemawilis/Opini - 
Dua pekan ini, dunia media sosial digoncang dengan kisah asamara anak orang nomor 1 Republik Indonesia, Kaesang Pangarep bin Joko Widodo. Kondisi tersebut diawali postingan orang tua dari mantar pacar bernama Felicia Tissue. Tidak lama kemudian, istilah ‘ghosting‘ ramai dibicarakan oleh netizen Indonesia karena ulah dari adik Gibran Rakabuming Raka. Berita tersebut menuai pro dan kontra yang terus bergulir sampai hari ini, hingga muncul netizen pro kaesang dan pro ibu Felicia. Kondisi tersebut diperparah dengan dugaan kehadiran pihak ketiga, bernama Nadya Arifta, seorang karyawan perusahaan milik Kaesang.

Tidak berhenti begitu saja, narasi ini kemudian berkembang menjadi pansos para orang-orang terdekat Fellicia dan Nadya, pengamat dan para pemerhati media sosial. Selain itu, para netizen membuat arus baru anti mainstream. Indikasi tersebut mulai muncul dua hari belakangan ini atas inisiasi para youtuber. Kelompok alternatif ini kemudian melacak tambatan hati yang diidam-idamkan, yakni Jessica Milla. Agaknya, isu terakhir ini kurang mendapat respon luas, sehingga proyek perjodohan netizen yang terakhir tampak lesu.

Ada hal yang kelihatan luput dari pengamatan para netizen Indonesia, yakni soal tardisi keluarga Kaesang dalam keasmaraan. Keluarga besar ibu Iriana ini sangatlah mengesankan kesederhanaan dan tidak suka mengumbar-umbar perjalanan cinta masing-masing. Mulai hubungan Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda serta Kahiyang Ayu dan Boby Nasution. Mereka menjalankan proses hubungan percintaan berlangsung secara tertutup, hingga sampai akad jelas dan pasti. Satu hal lagi, formasi keluarga Jawa yang kalem serta tidak suka unjuk medsos semakin menguatkan bahwa Keluarga bapak Jokowi memprioritaskan kepastian, langkah-langkah konkrit dan kerja-kerja positif dan tidak suka pansos.

Apa hubungan judul tulisan ini dengan Kaesang Pangarep dan Maudy Ayunda? Sementara, bila dipasangkan dalam konteks kesejolian, mereka berdua lebih serasi baik kultur dan agama masing-masing keluarga. Sehingga, kemungkinan pertemuan dua jiwa tersebut sangat terbuka dan dinamis. Toh, sama-sama sudah tidak memiliki ikatan khusus dengan lawan jenis lain di antara mereka. Dilacak dari berbagai sumber, yakni, jalinan Kaesang dan Felicia Tissue 5 tahunan, dan Maudy Ayunda dan Arsya Rasyid 4 bahkan 5 tahunan pun sudah berakhir, dan masing-masing sedang fokus membangun getaran positif dalam kehidupan mereka pribadi. Kaesang sedang terus menjajaki pengembangan bisnis lintas sektor, termasuk pembelian saham PERSIS Solo, sementara Maudy sedang mengintefsifkan diri dalam dunia kependidikan, kuliah s2 di Stanford University.

Selain itu, dari sisi keluarga Maudy juga tidak banyak ikut campur dengan urusan anak-anak mereka. Bahkan sang Ibu Maudy, Mauren Jasmedi, dalam sebuah wawancara TV swasta, berkisah telah mendorong kemandirian anak-anak mereka sedari usia kanak-kanak. Kondisi ini senafas dengan kondisi keluarga Ibu Iriana Jokowi. Pada dasarnya, masing-masing Kaesang dan Maudy adalah anak yang sama-sama smart, seperti yang tampak pada perjalanan pendidikan mereka berdua. Selain itu, faktor-faktor penghambat baik budaya dan agama sudah tidak ada. Tinggal, bagaiamana Tuhan Yang Maha Esa dengan putusan takdir-Nya, akan memperlihatkan kemungkinan bersatunya Kaesang Pangarep dan Maudy Ayunda dalam ikatan suci, Nikah.

Membincang Poros Kaesang dan Maudy Menurut the Law of Attraction

The Law of Attraction, secara literal dapat diartikan hukum tarik-menarik. Gagasan ini merujuk konsepsi pikiran manusia baik positif maupun negatif dapat menentukan manusia dan perjalanan manusia itu sendiri. Manusia memiliki kebebasan dalam mengolah dan mangatur pikiran mereka secara mandiri. Kalau manusia menginginkan kebaikan, maka pikiran mereka haruslah mengarah ke hal-hal yang positif, berlaku sebaliknya tentang pikiran negatif. Oleh karena itu, manusia disarankan agar selalu positif terkhusus dalam pikiran terlebih dahulu, agar manusia mendapatkan hal positif pula.

Menurut penjelasan Fahruddin Faiz, pengasuh “Ngaji Filsafat” MJS Colombo Yogyakarta, inti dari semangat the law of attraction ini berangkat dari gagasan filosofi  Gautama Buddha (tradisi agama Budha) yang mengatakan, “what you think, you become, what you feel, you attract, what you imagine, you create”. Apa yang kamu pikirkan, kamu akan menjadi itu, apa yang kamu rasakan, itu yang kamu tarik, apa yang kamu bayangkan, itulah yang kamu ciptakan. Dengan kata lain, manusia menentukan apa yang mereka butuhkan atau inginkan dengan pikiran, jiwa, hati, perilaku mereka sendiri. apa yang menimpa manusia baik positif maupun negatif.

Sekilas, Kaesang ini lahir di Surakarta 25 Desember 1994, anak bungsu dari tiga bersaudara. Sementara, Maudy Ayunda kelahiran Jakarta, 19 Desemeber 1994, putri bung dari dua bersaudara. Misalkan mereka berjodoh, dalam kaidah Jawa, sangatlah tepat. Sebab, sesuai hukum Jawa “tumbu ketemu tutup“ (wadah berpasangan tutup). Pada konteks ini, Kaesang sebagai tutup, dan Maudy sebagai wadah atau tumbu. Sehingga, potensi mereka akan baik-baik saja saja, bila menjalin hubungan serius (nikah) di kemudian hari akan berlangsung positif, karena saling melengkapi sebagaimana wadah dan tutup. Mereka dikabarkan putus pada tahun yang sama, 2020.

Pada aspek the Law of vibration (hukum getaran) mereka berdua sama-sama pasca hubungan kandas (negatif) pada tahun yang sama, yakni 2020, dengan asumsi mereka berdua ini sedang dalam posisi yang salah, Kaesang karena sejak Ghosting akhir tahun 2020, Maudy akibat LDR sejak memutuskan melanjutkan lagi studi di luar negeri. Kedua muda-mudi ini juga telah memberikan klarifikasi (positif) meskipun tidak memuaskan publik (netizen). Sikap positif ini tentu sebagai usaha yang baik demi mengurangi kesalahpahaman dengan berbagai pihak. Bahkan, mereka sedang sama-sama mengeluarkan energi (vibrasi) positif mereka untuk hal-hal yang produktif dan bermanfaat bagi mereka sendiri baik pekerjaan (Kaesang) dan pendidikan (Maudy).

Selanjutnya, aspek the law of relativity, kegagalan hubungan mereka berdua berlaku hukum relatif. Apa makna "Ghosting" dan "LDR" bagi mereka dan orang lain alami tentu berlaku berbeda dan tidak bisa disamaratakan. Karena menyangkut pemaknaan yang bersifat personal. Selain itu, masih ada lagi hukum-hukum lain menyangkut kasus tokoh idola netizen millennial tersebut. seperti the law of causal and effect, the law of polarity, the law of ryhtm, the law of gestalation, the law of transmutation. Ketujuh aspek hukum yang dikenal dengan the seven cosmic laws ala William Walker Atkinson (1862-1932), adalah bagian yang tak terpisahkan dalam memahami dan mengkontekstualisasikan the law of attraction. (silahkan dikembangkan sendiri).

Lantas, berdasarkan the law of attraction, apakah mereka akan memadu cinta suci di kemudian hari? Hal itu tergantung dari element-elemen dasar dari the law of attraction yang akan Tuhan, mereka berdua serta alam ini tampilkan dalam beberapa waktu ke depan. Seperti tanda-tanda mereka saling memikirkan (think), saling merasakan (feel), saling membayangkan (imagine) satu sama lain antar mereka tentang bagaiman prospek masa depan percintaan atau bahkan pekerjaan diantara mereka. Tuhan Yang Maha Universal dan mereka berdua yang tahu tentang itu?

**Oleh: Ali Makhrus

BERITA TERKAIT