Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Sunday, March 28, 2021

Komunitas Burung di Lereng Wilis Punya Cara Unik untuk Dongkrak Sektor Wisata Ditengah Pandemi

Panitia kegiatan Dungus Forest Park nampak sedang persiapan dengan jalannya lomba (fot: istimewa)
Gemawilis -
Banyak cara dilakukan untuk kembali membangkitkan perekonomian setelah setahun lebih tersendat karena pandemi Covid-19 terutama di sektor Pariwisata. Salah satu contoh seperti kegiatan unik yang dilakukan oleh komunitas burung berkicau yang berada di lereng Wilis Madiun. Minggu (28/3/2021).

Untuk itu, para anggota komunitas burung berkicau yang tergabung dalam Radja Garuda Nusantara (RGN) Cabang Madiun, mengadakan kegiatan latihan bersama burung berkicau di tempat wisata Dungus Forest Park.

Hal tersebut menurut Ketua RGN Madiun, Agus Martina, selain untuk membangkitkan dunia wisata juga sekaligus untuk mempromosikan tempat wisata Dungus Forest Park (DFP) yang berada di Kelurahan/Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, atau tepatnya depan Rumah Sakit Lapangan Covid-19 Dungus.

"Ini upaya kami bersama untuk membantu dunia pariwisata bangkit kembali. Karena sudah ada ijin tempat wisata boleh dibuka 50 persen jadi kegiatan kita mulai minggu ini. Tetap, kita terapkan Prokes secara ketat, "ungkap dia.

Lebih lanjut, Agus Martina menjelaskan, untuk membatasi peserta panitia punya trik khusus yakni hanya membuka 50 persen dari kapasitas biasanya. "Tetap, prokes kami lakukan secara ketat, dan untuk membatasi peserta kita juga hanya membuka setiap kelasnya 24 peserta lomba, "jelas pria yang juga aktif di Koni Kota Madiun tersebut.

Sementara pihak pengelola wisata, Herutomo, mengaku dengan adanya kegiatan lomba burung itu pihaknya bisa sedikit terbantu dengan memanfaatkan sebagai tempat edukasi wisata dan pameran burung berkicau.

"Jelas sangat terbantu dengan adanya kegiatan teman-teman ini. Selain untuk promosi karena selama tutup pihak wisata juga total kosong pendapatan, dengan dibukanya kembali tempat wisata meski baru 50 persen setidaknya ada sedikit angin untuk kembali bangkit, "ungkap Aktivis LSM Abimantrana itu.

Pantauan media, kegiatan lomba burung untuk menarik pengunjung itu berjalan meriah dan para peserta tetap menaati himbauan panitia dengan berlaku sesuai aturan, yakni, protokol kesehatan. Nampak peserta terlihat tertib menggunakan masker dan tidak bergerombol.

Sementara, dalam lomba kicau burung terbagi menjadi dua kelas yakni kelas burung lovebird (suara kekekan) dan kelas burung ocehan seperti murai batu, pleci, cucak hijau, kenari, dan kacer, dengan masing-masing jenis burung dibagi menjadi beberapa kelas.

"Setiap kelas diambil juaranya 1,2,3 atau lebih sesuai jumlah peserta dengan hadiah tropi dan uang pembinaan serta doorprize menarik, "terang Wiwi Jr selaku salah satu dari panitia kegiatan lomba burung berkicau.

Wisata Dungus Forest Park sendiri selama ini bekerjasama dengan Perhutani KPH Madiun dengan memanfaatkan area hutan kurang lebih seluas sekitar 10 hektare untuk dijadikan wisata edukasi dengan mengadopsi alam yang dilengkapi perkebunan kakao, arena bermain anak, rumah kurcaci, out bond dll. (Tim/gw)

Topik Lain