Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Friday, March 05, 2021

Kisah Kampung Mati Ponorogo yang Pernah Menjadi Tempat Mencari Ilmu, Kini Sunyi Tak Berpenghuni

Pernah menjadi tempat untuk mencari ilmu agama,
kini sunyi tak berpenghuni jadi kampung mati (fot: istimewa)
Gemawilis/Kisah Warga- 
Sembulan, Kampung Mati Ponorogo belakangan viral di media sosial. Tak sedikit media berita nasional pun ikut tertarik untuk memberitakan salah satu kampung yang ada di Dusun Krajan I, Dukuh Sumbulan, Desa Plalang, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo ini.

Tak hanya itu, bahkan warganet banyak yang berasumsi jika kampung mati itu ditinggalkan warganya karena terkait hal mistis atau angker. Sampai sekarang topik perbincangan terkait kampung mati Ponorogo itu masih hangat.

Kampung mati Ponorogo atau yang sering disebut Sembulan memiliki luas sekitar 3 hektar, dan mulai ditinggalkan oleh warganya sejak 5 tahun silam. Namun alasan pemilik meninggalkan tempat itu bukan karena hal mistis, melainkan karena selama ini tempat itu di nilai sepi.

"Dahulu masih ada dua rumah yang ditinggali oleh warga, tapi semenjak lima tahunan ini penghuninya sudah pergi semua. Kalau ada yang dibilang karena mistis itu tidak benar. Mungkin karena tempatnya tidak ramai terus ada yang sudah nikah ikut pasangannya atau yang punya anak ikut anaknya, "kata Kepala Desa Plalangan, Ipin Herdianto. Kamis (4/3/2021).

Sementara menurut warga setempat, dulu kampung mati itu sempat ramai dikunjungi orang-orang untuk mencari ilmu agama, khususnya warga desa Plalang. Namun entah kenapa lambat laun penghuninya pergi meninggalkan Sembulan. Padahal saat ini masih terdapat empat bangunan rumah permanen yang masih layak huni.

"Banyak, dulu ada sekitar tigapuluhan kepala keluarga kurang lebih. Masih ada mushala yang masih digunakan oleh warga yang kebetulan lewat. Kan, warga lain yang mempunyai sawah disekitar Sembulan juga masih banyak jadi kalau zuhur dan asar mereka sholat di mushola, "kata salah seorang warga yang enggan menyebutkan namanya.

Bahkan, masih menurut warga, di daerah tersebut pada tahun 1850 pernah berdiri sebuah pondok pesantren yang didirikan oleh seseorang yang merupakan anak dari ulama Demak ternama. Sehingga pada waktu itu banyak orang dari luar yang berdatangan ke daerah tersebut untuk mondok. Namun, setelah sang pendiri pondok, Nyai Murtadho dan keluarganya meninggal, daerah Sembulan jadi sepi.

Selain itu, salah satu alasan warga kampung Sembulan pergi meninggalkan rumahnya karena akses jalan yang sulit. Sehingga pada tahun 2016 kampung yang dulu pernah menjadi tempat untuk mencari ilmu agama itu benar-benar mati tanpa penghuni.

Kini setelah viral di media sosial, banyak warga yang berdatangan ke Sembulan karena penasaran ingin melihat langsung kampung mati tersebut. (Ksm/gw)

BERITA TERKAIT