Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Tuesday, February 02, 2021

Para Raider 501 Lanut Iswahjudi Berangkat ke Papua, Daerah Operasi Memiliki Medan dan Suhu Ekstrim

Yonif Para Raider 501 BY bersiap ke daerah operasi
Intan Jaya Papua dari Lanut Iswahjudi (fot: istimewa).
Gemawilis/Berita -
Sebanyak 450 prajurit Batalyon Infantri Para Raider 501 Bajra Yudha (Yonif Para Raider 501 BY) diberangkatkan ke wilayah Intan Jaya, Papua untuk menjalankan tugas sebagai Satgas operasi Pengamanan Perbatasan menggantikan Yonif Raider 400 BY yang masa tugasnya telah berakhir.


Upacara pelepasan Yonif Para Raider 501 BY di pimpin oleh Asisten Operasi (Asop) Panglima TNI Mayjen TNI Topan Aritonang di Lanud Iswahjudi, Madiun, Selasa (2/2/2021). Para prajurit tersebut akan menjalankan tugasnya di Intan Jaya, Papua selama 9 bulan.

Sementara, tugas utama Yonif Para Raider 501 BY di Intan Jaya adalah sebagai kekuatan penangkal dari setiap bentuk ancaman di wilayah NKRI di daerah perbatasan. Mayjen TNI Tiopan Aritonang saat memimpin upacara berpesan agar para prajurit melaksanakan tugasnya secara profesional sesuai petunjuk protap dan menghindari pelanggaran HAM dengan mematuhui Rules of Engagement (ROE).

Asops Panglima TNI juga mengatakan, daerah operasi Yonif Para Raider 501 BY di Intan Jaya memiliki medan dan suhu yang cukup ekstrim. Sehingga para prajurit diminta untuk selalu waspada dengan 2 faktor tersebut dan menjadikan perhatian khusus saat menjalankan tugas agar dapat meminimalisir kemungkinan buruk yang terjadi.

Selain memiliki medan dan cuaca yang cukup ekstrim, menurut Asops Panglima TNI di daerah operasi tersebut juga merupakan daerah epidemi penyakit malaria.

“Lakukan kegiatan yang dapat memelihara kemampuan tempur dan jasmani, daerah operasi adalah daerah epidemi malaria, maka segera lakukan evakuasi ke rumah sakit apabila terdapat anggota yang terkena malaria untuk mencegah kejadian yang lebih fatal, "pesan Asop Panglima TNI Mayjen TNI Topan Aritonang. (Tim/gw)