Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Friday, February 05, 2021

Menyoal Komunikasi Publik 'One Gate System' Pemkab Madiun

Gambar salah satu jalan yang ditutup karena
penerapan One Gate System di Kab. Madiun (fot: istimewa)
Gemawilis/Opini -
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ialah upaya pemerintah dalam menekan atau mengurangi kegiatan sosial kemasyarakatan di tengah pandemi yang berpotensi kerumunan. Hal tersebut dimaksudkan agar penularan Covid-19 bisa dikendalikan dan terawasi dengan efektif. Hal itu ditengarai akibat laju positif covid-19 dalam dua minggu terakhir terus naik secara teratur dan signifikan. Kondisi tersebut menimpa beberapa daerah, termasuk Kabupaten Madiun.

Sesuai arahan presiden, dan ditindak lanjuti dengan Instruk Mendagri Nomor 02 tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 tanggal 26 Januari 2021, sebagai ganti dari Instruksi Mendagri nomor 01 tahun 2021 tertanggal 06 Januari 2021, terdapat 8 diktum dalam instruksi ke dua tersebut yang jelas dan gamblang tidak mengatur “one gate system“ yang dapat dipahami dengan mudah. Istilah ini murni dari Pemkab Madiun.

Loh, lantas apa ada hubungan portal dengan one gate system yang dipraktekkan di banyak desa di Kabupaten Madiun sebagai bentuk reaksi (red: lanjutan di level daerah) dari instruksi Mendagri tersebut?

Penulis perlu kutip disini tentang diktum kelima huruf e, persis seperti yang termuat dalam https://setkab.go.id, “selain pengaturan pemberlakuan pembatasan tersebut, Mendagri juga meminta agar daerah tersebut menginstensifkan kembali protokol kesehatan, yaitu: menggunakan masker yang baik dan benar, mencuci tangan menggunakan sabun atau handsanitizer, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan“. Terdapat kunci dari PPKM ialah pengendalian “PENULARAN“ baik OTG (tanpa gejala) atau non-OTG (bergejala). Karena ada teori terduga positif bisa tanpa gejala, maka “kerumunan“ jadi alasan pokok aturan ini ditegakkan.

Mengapa Pemkab Madiun menerjemahkan dengan “one gate system“ atau “portal massal“? Penulis menduga, ini adalah akibat keterputusan pemahaman atau penerjemahan dari kebijakan tersebut secara komprehensif. Sehingga, Portal atau bahasa kebijakan Pemkab Madiun dalam menerjemahkan arahan presiden melalaui instruksi Mendagri tentang PPKM Tahap II adalah one gate system, sebagai bentuk meminimalisir pergerakan massa, melalaikan maksud pengendalian covid-19 akibat “kerumunan“.

Pertanyaan selanjutnya, kenapa kerumunan dilarang saat ini? Hal ini sudah dapat dijawab dengan teori terduga covid-19 tanpa gejala (OTG). Sementara yang bergejala, sudah sepatutnya sadar diri untuk isolasi mandiri sampai benar-benar fit dan dan sehat, lebih baik lagi sampai ada hasil test negatif Covid-19.

Mengapa tidak sekalian lockdown saja? Sementara, Lockdown adalah penutupan akses yang bersambut dayung dengan bantuan pemerintah dalam hal kebutuhan dasar masyarakat terkait. Semisal suplai pangan dan kebutuhan-kebutuhan dasar lainya. Tentu saja, penerapan lockdown sangat tidak tepat di tengah upaya pemerintah menstimulus geliat ekonomi yang sedang terseok-seok, bahkan hampir krisis di level makro dan berlawanan dengan instruksi Mendagri nomor 02 tahun 2021.

Oleh karena itu, lockdown tidak sejalan dengan semangat nasional menuju kebangkitan ekonomi dari keterpurukan selama setahun terakhir, dan subsidi negara yang besar-besaran kepada para terdampak pandemi sejak tahun lalu memukul uang negara dan pemerintah setempat

Perbedaan Lockdown, PSBB, PPKM adalah tingkat kelonggaran kegiatan sosial-ekonomi dan lain-lain. Karena, ketiga hal tesebut berbeda dalam praktek dan konsekeuensinya. Sehingga, pada konteks ini diperlukan bahasa dan komunikasi yang baik. Silahkan dilihat lagi instruksi Mendagri no 02 tahun 2021 tertanggal 26 Januari.

Bagi penulis, sudah tidak ada masalah dengan istilah one gate system, sebagai wujud dari otonomi daerah. Hanya saja, sebuah policy agar dapat diterima dan dicerna dengan baik ialah dengan memperhatikan pilihan diksi-diksi atau bahasa komunikasi yang tepat saat menyampaikan informasi tentang kebijakan tersebut. Oleh karena itu, alangkah baiknya, Pemkab Madiun memiliki juru bicara (penyedia naskah pidato/konferens pers dan sejenis) yang dapat menerjemahkan maksud one gate system ini agar dapat dipahami dengan bijak. Dan jangan sampai menimbulkan makna ganda sehingga terjadi gosip liar, yang membangkitkan ketidakpercayaan publik kepada Pemerintah.

Penerapa one gate system dengan sistem portal ini menimbulkan pertanyaan besar soal seberapa efektif portal dapat mengendalikan laju kegiatan masyarakat. Hal ini dikarenakan masyarakat sudah bisa saling berbagi informasi melalui sosial media terkait jalan mana yang bisa ditempuh untuk keluar masuk area tersebut, baik melalui jalan tikus maupun jalan tembus persawahan.

Pengendalian kegiatan dengan cara mematikan lampu utama jalan Madiun juga terkesan reaksioner. Hal ini hanya akan berdampak pada meningkatnya potensi kecelakaan. Pemberian denda terhadap pedagang yang berjualan melibihi jam malam juga masih patut dianalisis terkait apakah pemerintah telah benar-benar memberikan tunjangan dan bantuan hidup yang cukup untuk pedagang tersebut.

Pengendalian covid yang perlu diefektif dan digenjot lagi adalah penerapan protokol kesehatan seperti pemakaian masker dan handsanitizer juga jaga jarak dst, seperti promosi 5 M. Kegiatan sebaiknya bisa terus dilaksanakan untuk meningkatkan geliat ekonomi selama protokol kesehatan dipatuhi. Hal ini dikarenakan pemulihan ekonomi membutuhkan waktu yang cukup panjang. Jika akses ekonomi masyarakat terus menerus dibatasi tanpa ada solusi yang nyata, ekonomi di wilayah Madiun Raya ditakutkan akan berjalan paling lambat dibandingkan daerah lain. Semoga berguna.

Pada dasarnya, (saran penulis), yang perlu kita sepakati bersama bahwa mobilisasi manusia adalah hal yang lumrah yang tidak perlu dirisaukan dengan membabi buta, yang memicu kesulitan lebih, semisal aktivitas ekonomi macet, kesulitan kerja, dan pangan, dst, sementara suplai logistik tidak ada.

Selanjutnya, komitemen penting lain yang  diperlukan adalah tracing (pelacakan), testing (test), treatmen (penanganan) setiap satu pintu masuk dapat memastikan status orang keluar masuk tersebut, misal “test antigen gratis“ (red: harus gratis). Sehingga, one gate system ini senafas dengan tujuan utama pengendalian penularan/penyebaran covid-19, tidak hanya pengendalian massa saja plus suhu tubuh thermo gun, yang sudah tidak efektif itu.

Bukti pendeteksian lebih dini di level mikro daerah, yakni desa adalah bukti kepedulian pemerintah. Sehingga perlu komuniskasi publik yang efektif. Sebagaimana terang Byron Rivers, “For Effective communication think about how is your speech is percieived than in what you are actually saying”. (AM)

*Ditulus oleh: Ali Makhrus
*The Member of Class of Da’wa, Communication and Social Development in Islam, Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidaytullah Jakarta.

BERITA TERKAIT