Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Monday, February 15, 2021

Longsor Madiun: Kecamatan Saradan, Gemarang, Kare, Paska Bencana Kerja Bakti Dilakukan di 10 Titik Lokasi

Terdapat 10 titik tanah longsor di Kabupaten Madiun,
pembersihan material longsoran dilakukan paska bencana.
Gemawilis/Berita Peristiwa -
Paska terjadinya longsor pada Minggu (14/2/2021) sore, dibeberapa titik di wilayah Kabupaten Madiun, warga melakukan kerja bhakti untuk memersihkan material longsoran tanah.


Longsor yang diakibatkan oleh hujan dengan intensitas tinggi sekitar 4 jam telah mengakibatkan 10 titik tanah longsor (3 rumah dan 7 akses jalan), 20 rumah terendam, dan 6 rumah rusak berat di Kabupaten Madiun.

Hujan memicu banjir di Dusun Serampang Mojo Desa Nampu Kecamatan Gemarang, dengan ketinggian air 150 cm karena luapan kali wisata. Akibatnya 15 rumah terdampak dan 6 rumah rusak berat.

Selain banjir, hujan juga mengakibatkan tanah longsor di Desa Batok wilayah Kecamatan Gemarang. Dilaporkan paska kejadian semalam banyak batu menutupi jalan di jalur Dusun Tungu-Gosong.

Longsor juga terjadi di daerah Kecamatan Kare, jalan menuju Selo Gedong tepatnya jalur Desa Kepel-Desa Bodag juga tertutup tanah longsor. Kemudian jalan hubung Tritisan, Kare-Cermo/Gemarang masuk wilayah Desa Randualas, semalam juga sempat tertutup tanah longsor.

Sementara itu, di wilayah Kecamatan Saradan, tanah longsor terjadi di Desa Sumberbendo. Longsor menutup jalan penghubung desa Tulung-Sumberbendo dengan lebar 5 meter dan tinggi 7 meter.

Dari pantauan media, paska bencana pada Senin (15/2) pagi, lokasi terjadinya bencana longsor dibeberapa lokasi sudah dilakukan evakuasi pembersihan material. Tim BPBD, Pusdalops PB, dan TRC PB langsung melakukan asesmen tanggap darurat bencana di titik-titik terjadinya longsor.

Bupati Madiun Ahmad Dawami bersama Kapolres Madiun AKBP Bagoes Wibisono yang langsung meninjau titik bencana mengatakan semua sudah ditindak lanjuti, “Semua sudah ditindak lanjuti, Kami punya program penanggulangan bencana yang terindeks di luar instansi Pemkab. Semoga masyarakat terdampak diberi kesabaran, "kata Bupati Madiun.

Sementara itu, Kapolres Madiun AKBP Bagoes Wibisono berpesan kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan selalu waspada dengan cuaca. Bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir serta daerah pegunungan yang rawan longsor, agar lebih ekstra mewaspadai timbulnya bencana.

“Kami himbau untuk seluruh masyarakat Kabupaten Madiun, agar siaga dan meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi dan kondisi di musim penghujan, guna mencegah resiko adanya korban jiwa maupun kerusakan materi, "kata Kapolres. (Tim/gw)

Topik Lain