Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Monday, February 22, 2021

Hama Penyakit pada Tanaman Porang, Kenali untuk Menanggulangi dan Menghindari Kerugian

Hama dan penyakit tanaman sering menyerang
pada daun, batang, dan umbi porang (fot: istimewa)
Gemawilis/Pertanian -
Porang menjelma jadi salah satu tanaman paling digemari di dunia agrobisnis pada saat ini, bahkan tanaman jenis umbi-umbian ini begitu cepat tersebar diseluruh Indonesia karena semua orang terutama orang-orang yang bergerak di dunia pertanian berlomba-lomba untuk ikut membudidayakannya. Bisa dikatakan porang, atau konjag ini adalah tanaman agrobisnis paling populer pada abad ini.


Namun dalam membudidayakan tananan porang tak segampang teori saja, dewasa ini beberapa kendala juga dialami oleh para petani. Artinya, tanaman porang juga mempunyai masalah serupa seperti tanaman pertanian pada umumnya.

Untuk mengenali hama dan penyakit pada tanaman porang tentunya sangat penting bagi pembidudaya tanaman ini, karena hal itu bisa untuk dijadikan referensi dalam upaya preventif agar kerugian tidak terjadi berlebihan.

Hama adalah sebuah bentuk kehidupan atau organisme. Oleh sebab itu keberadaannya bisa mengganggu, merusak hingga mengakibatkan kerugian dalam proses budidaya tanaman. Jenis hama sendiri dibagi menjadi 2 macam, golongan fauna seperti babi, landak, tikus, wereng, dan jenis serangga lainnya. Untuk golongan flora biasanya disebut gulma atau rumput yang mengganggu pada tanaman utama.

Tentu dengan adanya hama dan penyakit pada tanaman yang dibudidayakan khususnya porang, akan membawa dampak negatif pada pertumbuhan tanaman itu sendiri, oleh sebab itu para petani harus memahami beberapa jenis hama yang ada pada tanaman porang.

Belalang: Selama ini belalang yang sering menyerang tanaman porang memakan bagian daun, sehingga daun porang akan berlubang dan bahkan habis. Jika daun porang habis maka tanaman porang akan terganggu dan tidak dapat tumbuh secara optimal, dalam proses fotosintesis atau saat tumbuhan memasak sinar matahari menjadi energi makanannya pun juga akan terkendala. Namun perlu diketahui, tidak semua belalang menjadi hama pada tanaman porang.

Ulat: Ada dua jenis ulat yang selama ini menjadi pengganggu tanaman porang, yakni ulat makasar orketti (ulat umbi araechenes) dan nematoda. Ulat Makasar Orketti selama ini lebih gemar menyerang pada bagian daun. Sehingga daun porang akan berlubang rusak dan habis.

Sedangkan Ulat Umbi Araechenes akan merusak pada bagian umbi dengan cara memakan bagian umbi yang ada di dalam tanah. Sehingga kualitas umbi porang akan menurun dan dalam segi bobot pun akan mengalami penyusutan atau bobot umbi porang tidak maksimal sebagaimana mestinya.

Cacing: Cacing juga salah satu penyebab umbi porang menjadi busuk, jenis cacing ini bernama Cacing Nematoda yang menyerang bagian akar dan umbi porang sehingga umbi dan pohon porang akan mati atau menguning sebelum masa panen tiba (ripah). Nematoda mempunyai ukuran lebih kecil daripada caing pada umumnya dan hidup serta berkembang biak di dalam tanah.

Untuk hama besar seperti babi hutan, tikus, atau landak tidak perlu dicemaskan, karena umbi porang banyak mengandung zat kalsium oksalat yang dapat menyebabkan gatal dan muntah pada lidah dan kerongkongan bila umbi dimakan secara mentah. Sehingga hama jenis hewan besar tidak mau memakannya.

Jamur: Pada umumnya penyakit yang sering dialami pada petani adalah jamur, saat jamur menyerang tanaman porang akan mengalami busuk, layu semu hingga berlendir pada bagian batang/pohon dan umbi porang. Hal itu disebabkan oleh golongan cendawan atau jamur bakteri Sclerotium sp, Rhyzoctonia sp, dan Cercospora sp.

Untuk menanggulangi hama dan penyakit pada tananan porang agar dapat mencegah kerusakan yang meluas hingga kerugian berat, salah satunya dapat dilakukan dengan cara merawat tanaman porang sebaik mungkin, seperti memberi pemupukan secara tepat dosis dan tepat waktu. Karena hal itu dapat membuat tanaman menjadi tumbuh subur, sehat, dan penyakit tidak mudah menyerang.

Penggunaan jenis merk pestisida yang tepat juga bisa mencegah datangnya penyakit. Cari golongan pestisida yang sesuai dengan kreteria hama dan penyakit di atas (banyak dijual di toko obat/pertanian). Sehingga efek pestisida yang digunakan akan mengarah pada keberhasilan yang lebih besar. Namun pengendalian hama dan penyakit dengan menggunakan pestisida adalah langkah terakhir jika sudah memang benar-benar diperlukan.

Selain itu, pembersihan rumput atau gulma pada sekitar tanaman porang juga menjadi hal yang sangat penting. Rumput yang ada di sekitar tanaman porang selain dapat menjadi kompetitor juga dapat menjadi sumber inang penyakit. Karena sering sekali gulma menjadi rumah bagi hama dan penyakit tanaman porang. (Den/Tim/gw)

Topik Lain