Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Monday, February 01, 2021

Dokumen dan Surat Apa Saja yang Dikenakan Bea Materai, Berikut Daftarnya;

Gambar materai baru Rp 10.000 (fot: istimewa).
Gemawilis/Berita -
Pemerintah baru-baru ini telah meluncurkan materai baru Rp 10.000 untuk mengganti desain materai tempel tahun 2014. Materai baru itu di keluarkan melalui Direktorat Jenderal
Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) dan sudah tersedia diseluruh Kantor Pos Indonesia.

Tetapi meski materai baru sudah diluncurkan secara resmi, masyarakat masih bisa menggunakan meterai tempel edisi 2014 yang masih tersisa hingga tanggal 31 Desember 2021 dengan nilai paling sedikit Rp 9.000. Caranya dengan memasang tiga meterai sekaligus pada dokumen.

Diubahnya nilai bea materai itu disebutkan dapat menambah potensi penerimaan negara menjadi sebesar Rp 11 triliun di tahun 2021. Adapun data pada tahun 2019, penerimaan negara dari bea meterai adalah sebesar Rp 5 triliun.

Sedangkan untuk dokumen yang dikenakan bea materai Rp 10.000 adalah dokumen yang dibuat sebagai alat untuk menerangkan mengenai suatu kejadian yang bersifat perdata dan dokumen yang digunakan untuk alat bukti di pengadilan.

Berikut daftar kodumen yang dikenakan bea materai menurut Pasal 3 UU Nomor 10 Tahun 2020;

1. Dokumen transaksi, termasuk dokumen transaksi kontrak berjangka

3. Akta notaris beserta grosse, kutipan, dan salinannya

4. Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah beserta kutipan dan salinannya

5. Dokumen atau surat lelang yang berupa kutipan risalah lelang, salinan risalah lelang, minuta risalah lelang, dan grosse risalah lelang

6. Surat perjanjian, surat pernyataan, surat keterangan, atau surat lainnya beserta rangkapnya

7. Dokumen yang menyatakan jumlah uang yang nilai nominalnya lebih dari 5.000.000 yang menyebutkan penerimaan uang, berisi pengakuan bahwa utang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan

8. Dokumen lain yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah

Adapun ciri umum pada meterai baru Rp 10.000 itu adalah;

1. Gambar Garuda (lambang negara)

2. Angka "10000" ditulisan "SEPULUH RIBU RUPIAH" yang menunjukkan tarif bea meterai

3. Teks mikro modulasi "INDONESIA" dan blok ornamen khas Indonesia

Sementara untuk ciri khusunya antara lain;

1. Meterai memiliki warna yang didominasi merah muda, pada bagian serat pada kertas berwarna merah dan kuning

2. Pada garis hologram keamanan (sekuriti) bentuknya persegi panjang yang memuat gambar Garuda Pancasila

3. Gambar bintang dan logo Kementerian Keuangan dan tulisan “djp”

Itulah beberapa ciri umum dan ciri khusus pada materai baru Rp 10.000 dan daftar dokumen yang dikenakan bea materai. (Tim/gw)