Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Saturday, February 06, 2021

Dinyatakan Punah Diseluruh Dunia, Kini Bambusa Cornua Munro Ditemukan Tumbuh di Lereng Wilis

Gambar anggota Perkawis melakukan penanaman
pohon beberapa waktu lalu di Wilis (fot ilustrasi: Perkawis).
Gemawilis/Berita - Pelestari Kawasan Wilis (Perkawis) dan Kelompok Peduli Hutan Lindung Kecamatan Sendang (KPHL Sendang) Kabupaten Tulungagung, baru-baru ini menyampaikan temuan terkait perkembangan flora dan fauna yang tumbuh di pegunungan Gunung Wilis.


Kabar tertulis yang disampaikan lewat group WA Perkawis pada Sabtu (6/2) itu menyampaikan jika para penggiat pelestari dan kelompok peduli hutan setempat (Tulungagung) telah berhasil menemukan tumbuhan yang selama ini sudah dinyatakan punah oleh badan dunia.

Mereka menyampaikan jenis flora yang berhasil ditemukan adalah species Bambusa Cornua Munro atau yang dikenal dengan nama Pring Embong (Bambu Embong).

Bambu embong merupakan spesies tanaman bambu langka di dunia. Bahkan jenis bambu ini sudah dinyatakan punah atau tidak bisa lagi ditemukan di belahan dunia mana pun, kecuali di Kabupaten Malang. Terakhir di temukan di hutan Malang pada tahun 2015.

Dikabarkan, bambu jenis tersebut saat ini banyak tumbuh di kawasan Wilis Kabupaten Tulungagung. Atas penemuan itu, saat ini bambu embong dalam pengawasan warga karena bisa untuk cadangan air minum pada tiap ruas nya di saat masyarakat pergi ke hutan butuh air minum.

Salah satu aktivis Perkawis setempat, Slamet Wahyudi, dalam keterangan tertulis pihaknya akan melakulan pendataan atas penemuan itu pada hari Minggu. "Minggu sore kami akan dokumentasi sekaligus dari team bksda juga akan ikut menghitung yang masih tumbuh, "tulisnya. Sabtu (6/2/2021) siang.
Gambar bambu embong (fot: Perkawis/gw).
Selain itu, ia juga berharap kepada instansi dan para penggiat pelestarian serta komunitas pecinta alam ikut terlibat dalam membantu kelestarian bambu embong yang saat ini sudah di nyatakan punah di seluruh dunia.

"Jenis ini sudah punah di dunia dan hanya ada di kabupaten Malang, tapi kenyataannya di Wilis masih ada tumbuh ribuan batang yang masih hidup. Jadi kami berharap instansi terkait dan juga para penggiat lingkungan untuk ikut serta bersama-sama menjaga bambu langka ini, "tambahnya.

Sebagai informasi, bambu embong atau bambusa cornua munro merupakan jenis bambu purba, berusia antara 50.000-25.000 sebelum Masehi (SM). Spesies ini termasuk salah satu generasi pertama dari spesies bambu-bambu yang ada di dunia atau merupakan awal dari evolusi bambu dunia.

Bambusa cornua munro pertama kali ditemukan oleh Dr Thomas Horsfiel bersama Gubernur Jenderal Thomas Stamford Rafles pada tahun 1810-1815. Kemudian pada tahun 1896, Sijfert Hendrik Koorders berhasil menemukannya kembali di daerah Sumbertangkil, selanjutnya Tirtoyudo menuliskannya dalam sebuah buku berjudul Teysmannia halaman 615 yang dipublikasikan pada tahun 1910. 

Pada halaman buku itu tertera, Den 27 Juni 1896 bloeiend, bij Soember tangkil, district Toeren, res. Pasoeroean, op ± 400500 M. zeehoogte, in licht, altijdgroen gemengd woud; wild. -Pring-embong, Jav. (Kds. 23693 β,). Terjemahan bebasnya adalah, “Pada tanggal 27 Juni 1896 tumbuh berbunga di Sumbertangkil, Distrik Turen, Karesidenan Pasuruan, pada ketinggian ± 400-500 meter di atas permukaan air laut, pada daerah terang, menghutan hijau; tumbuh liar. Orang Jawa menyebutnya: Pring Embong/Bambu Embong (Kds. 23693 β,).”

Ada pun manfaat dan fungsi dari bambu embong dalam kontek lingkungan alam antara lain untuk menahan dan mencegah terjadinya erosi dan longsor khususnya jika ditanam di daerah lereng perbukitan. Pasalnya, pring embong ini dalam perkembangbiakannya mempunyai sifat yang berbeda dengan bambu pada umumnya. Yakni tumbuh tidak merumpun ke atas, melainkan ke samping, menjalar dan mengikat satu sama lainnya.

Karena keunikannya itulah tumbuhan satu ini justru memberikan banyak keuntungan bagi lingkungan. Selain itu, pucuk daun pring embong juga berfaedah untuk jamu asam urat. Sedangkan bambunya yang kecil dibanding dengan jenis bambu lainnya bisa untuk lidi dupa kualitas tinggi.

Dengan ditemukannya tumbuhan purba langka jenis bambu di wilayah pegunungan Wilis di daerah Kabupaten Tulungagung itu, bukan tidak mungkin flora tersebut juga ada dan tumbuh di kawasan Wilis lainya mengingat gunung Wilis sendiri mencakup ke beberapa wilayah Kabupaten, seperti lereng bagian utara, Nganjuk, Madiun atau lereng bagian barat Ponorogo, Trenggalek dan lereng-lereng yang lainnya. Selain itu, penemuan  Bambusa Cornua Munro ini menjadi nilai penemuan yang sangatlah besar dan menakjubkan bagi flora dunia. (Tim/gw)