Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Monday, February 22, 2021

Belalang Sembah Agen Hayati Bantu Petani Mencegah Hama

Gambar belalang sembah/ilustrasi/fot: fixabay.
Gemawilis - 
Saat tanaman diserang hama, solusi singkat yang dilakukan oleh kebanyakan orang terutama para petani adalah membasminya dengan menggunakan pestisida. Karena pilihan itu selama ini memang sangat efektif untuk membantu menghilangkan hama dan penyakit pada tanaman.

Namun dibalik pengunaan pestisida itu dilain sisi ada hal negatif untuk keberlangsungan serangga yang lain. Pasalnya ada beberapa serangga penting yang selama ini keberadaannya justru sangat membantu para petani dalam menanggulangi hama, salah satunya adalah Belalang Sembah.

Belalang sembah atau praying maantis merupakan serangga masuk dalam keluarga ordo Mantodea. Serangga ini disebut praying mantis karena sikapnya seringkali kelihatan seperti sedang berdoa. Di daerah lain ada yang menyebutnya congcorang, walang kekek, atau walang kadung. Bahkan anak-anak sering memakainya untuk mainan buat ditanyain 'gimana posisi tidurnya'.

Dibalik keunikannya itu, ternyata walang kadung atau belalang sembah ini mempunyai manfaat bagi manusia dalam membasmi hama tanaman. Karena belalang sembah dapat berfungsi sebagai predator alami (hama lain) dan sebagai agent hayati.

Pada umumnya serangga memang merugikan petani, sebab ia memakan rumput dan berbagai dedaunan yang ada di lahan pertanian. Namun khusus jenis belalang ini tidak demikian, justru malah sebaliknya, belalang sembah sangat penting dalam laju rantai makanan sehinga ekosistem alam tetap terus terjaga.

Belalang sembah merupakan hewan karnivora, jenis hewan yang biasa dimangsa oleh belalang sembah adalah jenis serangga kecil yang notabene sering menyerang tanaman milik para petani seperti belalang jenis lain, kutu daun, ulat, lebah, lalat, jangkrik, kecoa, kupu-kupu, semut, penggerek batang, bahkan termasuk jenis mereka sendiri (kanibal).

Nah, kesimpulannya adalah, salah satu pilihan yang harus kita lakukan untuk menghindari efek negative pada tanaman dalam jangka panjang selain tidak menggunakan pestisida secara berlebihan adalah dengan membiarkan predator ini tetap hidup, sukur-sukur bisa memperbanyak keberadaanya dengan cara memeliharanya.

Ide untuk memelihara belalang sembah atau melingdunginnya memang terdengar aneh dan bahkan mungkin tidak penting sama sekali. Sehingga banyak orang yang mengabaikan keberadaannya, namun, paling tidak kalau memang tidak bisa memeliharanya setidaknya kita bisa menjaganya agar tetap hidup sebagai penjaga ekosistem alam.

Belalang sembah pada umumnya dapat hidup baik dan berkembang biak pada tanaman, perdu, sayuran dan juga di ranting-ranting pohon di sekitar pemukiman warga. Keberadaan belalang sembah dalam jumlah tertentu dapat menekan populasi serangga yang merugikan tanaman. (Msl/Tim/gw)

BERITA TERKAIT