Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Thursday, February 25, 2021

Bedakan Bulbil Biji Porang Muda dan Tua, Kualitas Katak Menentukan Hasil Panen Budidaya Porang

Gambar tanaman porang dan bulbil/katak atau buah porang sebelum masa dorman tiba.
Gemawilis - 
Porang merupakan tanaman yang sangat mudah untuk dibudidayakan. Karena porang masuk dalam jenis umbi-umbian yang pada dasarnya biasa tumbuh liar di hutan-hutan dengan berbagai medan. Bahkan dulu sebelum dikenal porang atau konjag ini dianggap sebagai gulma.


Saat ini porang menjadi salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat, tentu dengan demikian maka perlu ada perlakuan khusus saat hendak berbudidaya tanaman porang terutama pada saat pemilihan bibit.

Ada tiga pilihan saat hendak menanam tanaman porang, yakni dengan cara menanam bibit berbentuk polybag, umbi, dan bulbil/katak (biji porang). Namun perlu diketahui, pemilihan bibit terutama pada bulbil, para pemula yang baru akan berbudidaya porang meski perlu hati-hati karena katak porang pun ada yang berkualitas kurang baik.

Biasanya jenis katak dengan kualitas kurang baik atau dibawah standart ini akan di jual oleh para oknum yang memanfaatkan keadaan demi meraup keuntungan semata dengan harga yang relatif lebih murah.

Jangan tergiur harga, karena oknum biasanya memang akan menjual bibit bulbil muda dengan harga yang murah, sehingga hasilnya saat ditanam pun akan menuai 70% kegagalan, seperti tidak tumbuh saat di tanam, busuk sebelum di tanam dan lain sebagainya.

Lalu kenapa bibit katak dijual lebih murah? Hal itu terjadi karena kebutuhan petani yang mendesak seiring meningkatnya antusias masyarakat yang akan ikut membudidayakan tanaman porang.

Seperti yang kita ketahui bersama, porang saat ini ditanam bukan hanya oleh petani saja, namun berbagai kalangan mulai dari politisi, akademisi, maupun pengusaha juga ikut-ikutan mengembangkannya. Bahkan mereka rela merogoh kocek pribadi hingga ratusan juta demi mendapat keuntungan dari menanam porang.
Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan bibit seiring permintaan pasar yang terus meningkat, satu-satunya solusi adalah dengan memanen paksa tanaman porang sebelum dorman (ripah) maksimal bibit potesan atau bibit katak/umbi muda hasil dari mbolang (mencari dari hutan).

Biasanya oknum akan menggunakan modus dengan cara menyemprot bibit porang, yakni katak dengan cairan anti jamur kemudian dijemur sebelum dijual. Ditambah lagi kurangnya pengetahuan petani, terutama pada pemula.

Adapun cara panen porang yang benar agar menghasilkan biji katak yang baik seharusnya tanaman porang di panen kalau benar-benar sudah dorman alami atau batang sudah ripah (pohon dan daun menguning alami). Sehingga umbi porang produksi memiliki kualitas kandungan glukomanan yang tinggi dan biji katak sudah benar-benar tua.

Pemilihan bibit yang benar adalah katak yang sudah tua artinya bulbil yang lepas dari daun yang sudaha mengering dan yang besar, jangan katak yang masih muda. Bibit dari bulbil katak ini kelebihannya adalah bisa bertahan lama sampai kurang lebih 5 bulan. Katak yang tua biasanya ditandai dengan warna yang mengkilap, dan mempunyai ukuran yang hampir rata-rata sama dan tidak keriput.

Sementara pada katak muda jika dicermati secara seksama penampilannya tidak terlihat mengkilap dan permukaan pada kukitnya akan kelihatan keriput meski pun sebelumnya sudah dikeringkan dengan cara dijemur. Hal yang terjadi tentu bibit pada katak muda akan cepat berjamur, ditanam tidak tumbuh, dan mudah busuk. Kalaupun tumbuh, hasil panen tidak akan maksimal seperti yang diharapkan. Karena menanam porang bukan sekedar tumbuh tunas saja, namun targetnya adalah hasil panen yang berkualitas sehingga bisa sukses besar. Jangan sampai rugi tenaga dan rugi modal.

Tanaman porang yang sudah siap panen, pada umumnya ditandai dengan batang rebah, menguning pada daun dan katak buah porang terlepas sendiri dari tangkai di susul mengeringnya akar umbi porang yang biasanya berjarak waktu 2 minggu setelah batang kering.

Selain itu, ripah maksimal juga ditandai tidak munculnya lagi tunas baru dari tanah, inilah tanaman porang yang di sebut sudah masuk musim panen dengan umbi produksi yang memiliki kualitas baik, kadar air rendah, kandungan patinya tinggi dan pastinya memiliki katak berkualitas yang memenuhi syarat awal untuk bibit budidaya tanaman porang. (Tim/gw)

Topik Lain