Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

Friday, January 22, 2021

Warga Wungu Nekat Gelar Pesta Pernikahan Saat PPKM, Prosesi Temu Manten Dibubarkan Paksa Polisi

Polisi bubarkan acara temu manten yang
digelar oleh salah satu warga di Kelurahan Wungu.
Gemawilis/Kabar Warga -
Polisi bubarkan paksa acara prosesi hajatan pernikahan yang di gelar oleh salah satu warga di Kelurahan/Kecamatan Wungu Madiun. Jumat (22/1/2021).


Para petugas gabungan yang mendatangi acara temu manten itu memperingatkan pemilik rumah dan tamu undangan terkait Surat Edaran (SE) Bupati terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Namun, karena tamu undangan yang datang dirasa cukup banyak dan melebihi dari ketentuan polisi akhirnya membubarkan acara prosesi temu manten yang di gelar oleh warga Kelurahan Wungu itu dan tamu undangan disuruh untuk pulang.

Sementara sang penyelenggara hajatan, Sahudi (63) dirinya mengaku tidak menyebar undangan kepada saudara maupun lingkungan. Namun dirinya tidak menyangka kalau pas temu manten ada saja tamu yang datang sehingga kerumunan tidak terhindarkan.

"Tetangga terlanjur ada yang datang, terus saudara juga banyak. Saudara saya banyak. Sudah pada ngumpul disini saya gak bisa nolak. Gak ada yang diundang. Ada yang di undang paling sekitar 10 orang. Terus dibubarkan, "kata Sahudi.

Sementara Kapolsek Wungu AKP Muh Isniani Ujianto, yang terjun langsung memimpin pembubaran kerumunan warga dalam acara hajat mantu itu mengatakan sehari sebelumnya pihaknya lewat anggotanya dan Bhabinkamtipmas setempat sudah menegur dan memperingatkan supaya tidak menggelar hajatan yang menyebabkan pengumpulan massa. Namun saat acara resepsi pernikahan kapasitas tamu yang datang ternyata melebihi batas ketentuan PPKM sehingga acara terpaksa di bubarkan dan tamu undangan disuruh untuk pulang.

"Acara tidak sesuai dengan peraturan Surat Edaran. Ketentuannya kan acara pernikahan hanya boleh dihadiri 10 orang. Ternyata tadi pagi dipantau yang bersangkutan tetap memaksakan diri menggelar acara. Saya dilapori bersama Muspika kemudian kami panggil tuan rumah dan memperingatkan bahwa saat ini sedang dalam masa PPKM, tetapi nyatanya saya datang kerumunan seperti itu yang sangat membahayakan penularan Covid-19, "ungkap Kapolsek Wungu.

Selanjutnya setelah dibubarkan, kasus tersebut ditangani oleh Satreskrim Polres Madiun. Sedangkan pihak yang menggelar hajatan dan sejumlah saksi dipanggil ke Polsek untuk diperiksa lebih lanjut. (Tim/gw)

Rekomendasi