Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Friday, January 22, 2021

Segini Denda Elektronik 'ETLE' dan Cara Kerja Kamera CCTV Untuk Mendeteksi Para Pelanggar Lalu Lintas

Denda Elektronik bagi para pelanggar lalu lintas
akan di dikedepankan oleh Polantas (fot: ilustrasi istimewa).
Gemawilis/Berita -  
Sejak 1 Februari 2020 Polisi Lalu Lintas sudah memberlakukan sistem penilangan elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) bagi para pengguna roda dua. Sementara untuk implementasi (penegakan hukuman) nya, menyusul diterapkan 3 hari sesudahnya atau pada 3 Februari 2020.


Sejurus dengan itu, Kapolri baru, Komjen Listyo Sigit Prabowo juga mengatakan pihaknya akan mulai mengedepankan mekanisme penegakan hukum yang berbasis pada sistem elektronik di bidang lalu lintas, yakni dengan melalui ETLE.

"Kami akan mulai secara bertahap untuk mengedepankan penegakan hukum berbasis elektronik, "kata Komjen Listyo pada saat Uji Kepatuhan dan Kelayakan di Komisi III DPR pada Rabu (20/1/2021) lalu.

Menurut Listyo, penegakan hukum berbasis elektronik tujuannya adalah untuk meminimalisasi penyimpangan penilangan pada saat anggota Polisi Lalu Lintas melaksanakan tugasnya di lapangan.

Sehingga kata Listyo, petugas polantas yang nanti bertugas dilapangan hanya akan mengatur arus lalu lintas dan tidak lagi melakukan penilangan kepada kendaraan.

Sementara untuk sasaran penindakan ETLE sendiri adalah para pengguna roda dua, menurut data kepolisian selama ini para pelanggar lalu lintas didominasi oleh para pengguna motor. Jenis pelanggaran yang marak adalah pelanggaran marka jalan, pelanggar rambu lalu lintas, dan pelanggaran tidak memakai helm.

Berapa besaran denda pada tilang ETLE. Berikut daftarnya;

1 - Tidak memakai helm denda maksimal sebesar Rp 250.000 atau kurungan paling lama 1 bulan.

2 - Mengganggu konsentrasi denda maksimal sebesar Rp 750.000 atau kurungan 3 bulan (main ponsel, dll).

3 - Lawan arus denda maksimal sebesar Rp 500.000 atau kurungan paling lama 2 bulan.

Perlu diketahui, sistem ETLE diberlakukan karena memiliki fungsi utama untuk membantu kerja polisi dalam penegakkan hukum dalam aturan berlalu lintas di Indonesia.

Lalu bagaimana cara kerja nya?

Cara kerja sistem ETLE sendiri adalah dengan menggunakan kamera pengawas, atau CCTV yang dipasang di traffic light dan tempat-tempat yang dirasa strategis lainnya.

Dengan kamera yang sudah terpasang, petugas akan memantau di ruang terpisah karena kamera itu mampu menangkap gambar dengan jelas dan baik, kemudian gambar dan nomor polisi kendaraan akan disesusikan dengan data base yang sudah ada lalu petugas akan mengkaji mengenai jenis pelanggarannya.

Selanjutnya setelah dikaji jenis pelanggarannya petugas akan menangkap gambar tersebut untuk dijadikan bukti otentik. Kemudian petugas akan mengkonfirmasi, mengirimkan data pelanggaran bersama biaya denda pelanggaran langsung ke alamat pelanggar.

Dalam pengembangannya pun tidak hanya berlaku untuk para pengguna roda dua saja, namun targetnya juga akan menyasar pada pengguna roda empat. Sehingga dengan sistem tilang ETLE, para pelanggar lalu lintas akan jera.

Jenis kamera CCTV yang akan dipasang oleh polisi juga mempunyai spesifikasi yang bermacam-macam seperti kamera yang sudah dilengkapi dengan fitur Automatic Number Plat Recognation (ANPR), kamera speed radar, kamera check point yang dapat mendeteksi jenis pelanggaran seperti pelanggaran marka dan lampu lalu lintas, pelanggaran ganjil genap, pelanggaran tidak menggunakan sabuk keselamatan dan pelanggaran menggunaan ponsel saat berkendara di jalan raya.

Tak hanya itu, kamera yang terpasang di tempat-tempat strategis itu bahkan juga dapat mendeteksi kecepatan kendaraan yang sedang melintas dan mampu menjangkau semua kendaraan yang berada dalam radius 30 hingga 40 meter di jalan raya.

Waktu mendeteksi tangakapan gambar juga bisa dilakukan dengan cepat oleh kamera itu, hanya dalam hitungan sepersekian detik. Saat malam hari kamera juga akan mengeluarkan cahaya otomatis dengan sangat cepat untuk menangkap gambar dan rekaman dari para pengendara di jalan raya. (K/Tim/gw)

Topik Lain