Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Monday, January 11, 2021

Kenapa Pesawat Terbang Memilih Rute di Atas Lautan, Ini Alasannya

Rute penerbangan mayotis memilih jalur
diatas perairan lepas (fot: ilustrasi istimewa)
Gemawilis - Seperti kita ketahui bersama, kecelakaan pesawat terbang jatuh kebanyakan terjadi di lautan lepas. Meski tak sedikit ada yang mengalami kecelakaan di daratan, menabrak gunung, tebing, dan lain sebagainya. Namun, dari sekian peristiwa mayoritas lautan menjadi tempatnya. Seperti tragedi yang baru-baru ini terjadi, sebuah pesawat terbang jatuh di laut saat akan menuju Pontianak.


Pesawat Boeing 737-500 milik maskapai Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 terjatuh di lautan setelah hilang kontak pada pukul 14.40 Wib di ketinggian 11 ribu kaki saat akan naik menuju 13 ribu kaki di perairan Kepulauan Seribu setelah lepas landas dari Bandara Sukarno-hatta menuju Pontianak. Sabtu (9/1/2021).

Lalu kenapa pesawat terbang lebih sering melintasi lautan saat melakukan perjalanan? Kenapa jalur yang dipilih diatas perairan dan bukan di atas daratan.

Para ahli tentunya sudah meneliti jauh sebelumnya kenapa rute di atas perairan atau laut di pilih sebagai jalur penerbangan, bahkan jadi rute utama. Apa lagi di Indonesia yang merupakan sebuah negara berkepulauan.

Salah satu alasan jalur udara dipilih untuk menjadi rute penerbangan pesawat adalah dimana jika rute tersebut memiliki angin yang cukup tenang, tidak ada gunung atau tebing tinggi yang membahayakan dan jarang ada badai. Dengan alasan itulah rute di atas perairan menjadi pilihan kebanyakan sebuah jalur pesawat terbang.

Selain itu, lautan juga di anggap menjadi sebuah tempat yang aman untuk melakukan pendaratan darurat disaat situsi darurat terjadi pada sebuah pesawat terbang. Oleh sebab itu, peralatan keselamatan berupa pelampung dan rakit biasanya wajib di sediakan disebuah pesawat.

Nah, misal rute yang dipilih adalah diatas daratan, pasti akan menimbulkan banyak kerusakan. Kemungkinan besar pendaratan darurat yang dilakukan oleh pesaawat akan terjatuh di pemukiman penduduk sehingga tentunya akan lebih banyak memakan korban jiwa.

Para ahli yang berkompeten dibidangnya pun sudah menentukan sebuah kecepatan dan posisi rute sebuah pesawat saat melakukan penerbangan. Meski pendaratan diatas air sendiri jarang dilakukan terutama pada pesawat yang sedang membawa banyak penumpang.

Dalam istilah dunia penerbangan, pendaratan darurat di atas permukaan air disebut water landing. Pilot akan memperhalus frasa water landing dengan istilah ditching. Ditching sendiri akan dilakukan oleh pilot untuk mengutamakan sebuah keselamatan penumpang, pilot akan melakukan pendaratan darurat diatas laut jika merasa sudah tidak ada lagi tempat atau pilihan yang lebih baik.

Namun demikian, sang pilot tetap wajib memperhitungkan tempat perairan mana yang dirasa aman saat melakukan pendaratan darurat. Meski pesawat sudah dilengkapi dengan peralatan modern dan prosedur keselamatan darurat yang memadai.

Itulah salah satu alasan rute pesawat kebanyakan memilih jalur diatas perairan dibanding dengan rute diatas darat. (Tim/gw)