Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Friday, January 29, 2021

Hanya Pingin Naik Motor, Anak Kelas V SD di Madiun 3 Kali Nekat Curi Motor

Pelaku masih dibawah 12 tahun,
mengaku mencuri motor tidak untuk dijual.
Gemawilis/Kriminal -
Sangking pinginnya naik sepeda motor, bocah berinisial AG yang masih duduk di kelas V SDN nekat mencuri motor di sebuah Masjid di daerah Kecamatan Mejayan Madiun.


Bahkan bocah tersebut nekat melakukan pencurian sudah sebanyak 3 kali. Dan pada aksi ketiganya di Masjid Jami Kecamatan Mejayan pada Rabu (27/1/2021) itu, pelaku baru kena apes karena perbuatannya berhasil di ketahui oleh petugas keamanan masjid.

Usai ditangkap, bocah itupun di gelandang ke Polsek setempat dan sempat menginap satu malam di Polsek Mejayan. Saat menginap di polsek, pelaku ditemani sang ayah karena usianya masih di bawah 12 tahun.

Berdasarkan dari hasil pemeriksaan, menurut Kapolsek Mejayan, AKP Sigit Siswadi mengatakan, AG nekat mencuri karena mengaku hanya ingin naik sepeda motor. Pelaku mengaku dua motor yang dicurinya tidak untuk dijual. Namun hanya ia gunakan untuk dipakai kemudian setelah bengsinnya habis motor tersebut ditinggali begitu saja dipinggir jalan.

"Pada saat aksi pertama motor yang di ambil pelaku kehabisan bensin kemudian ditinggal, dan pada aksi kedua nya yang ia ambil di Masjid Jami juga dipakai setelah kehabisan bensin di daerah Wonoasri kemudian juga ditinggal begitu saja, "papar Kapolsek Mejayan.

AG adalah anak pertama dari dua bersaudara, ayah AG sehari-hari berprofesi sebagai tukang bangunan. Saat mendengar kabar anaknya ditangkap polisi karena mencuri sepeda motor, ayah pelaku sempat jatuh sakit. Menurut orangtua pelaku, selama ini AG memang memiliki perilaku yang nakal.

Kapolsek Mejayan mengatakan saat ini kasusnya ditangani oleh Unit PPA Polres Madiun berkoordinasi dengan Bapas, Dinas Sosial, dan P2TP2A Kabupaten Madiun karena usia pelaku masih di bawah 12 tahun.

"Pelaku sudah dikembalikan ke orangtuanya. Pihak Bapas dan Dinsos selanjutnya yang akan melakukan penelitian sebagai bahan bagi pengadilan untuk mengeluarkan penetapan. Selanjutnya anak mau dibina dimana nanti kita lihat hasil penelitiannya karena anak masih dibawah umur, "pungkas Kapolsek Mejayan. (Tim/gw)

Topik Lain