Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Wednesday, January 27, 2021

Genjot Ekspor, Kementan Fasilitasi Madiun Bangun Kawasan Porang

Gambar umbi tanaman porang (fot: istimewa)
Gemawilis/Pertanian -
Tak bisa dipungkiri, para petani di Indonesia saat ini memang sedang mengidolakan tanaman yang satu ini, Porang. Kurun waktu 3 tahun belakangan, tanaman porang memang menjadi komoditas unggulan seiring dengan banyaknya manfaat yang tersimpan di dalamnya.


Permintaan pasar akan porang pun tak hanya datang dari negara asia saja. Namun, tingginya minat pasar dunia pada akhir-akhir ini, kini sejumlah negara eropa pun sudah mulai banyak yang tertarik dengan tumbuhan jenis tales-terlesan tesebut.

Sejurus dengan itu, untuk mendongkrak komoditi ekspor pada porang, Kementerian Pertanian (Kementan) baru-baru ini tengah mengkaji aturan dan bantuan terkait bibit porang.

Pada acara Workshop Pelaksanaan Pengembangan Komoditas Porang yang diadakan di Madiun pada hari Jumat (24/1/2021) lalu, Direktur Aneka Kacang dan Umbi Kementan, Amirudin Pohan mengatakan perlunya untuk mendorong komoditi yang mempunyai nilai jual tinggi.

“Kita harus dorong komoditi-komoditi yang memiliki nilai ekspor tinggi seperti porang,  namun kita juga harus menyiapkan aturan dan penelitian terkait bibit hingga olahan porang itu, ”kata Amirudin Pohan.

Lebih lanjut, menurutnya porang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, sehingga bisa diarahkan sebagai komoditas utama tanaman pangan yang berorientasi ekspor.

“Gerakan peningkatan ekspor yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebagai bagian dari gerakan rakyat untuk menunjukan bahwa Indonesia merupakan negara kuat yang memiliki potensi besar dan derajat tinggi di mata dunia. Gerakan ini diharapkan Mentan harus menjadi titik balik bangkitnya pertanian Indonesia, "tegasnya.

Selama ini, porang diekspor dalam bentuk chips, lanjut Amirudin, kemudian di negara tujuan chips porang diolah kembali sebagai bahan pangan dan kosmetik. Saat ini kita baru mengekspor produk setengah jadi, ke depan Kementan akan menyiapkan mesin-mesin produksi yang dapat mengolah porang menjadi produk turunan sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi lagi, "papar Amirudin Pohan.

Di daerah Madiun, produktivitas porang rata-rata 5,6 ton per hektare. Porang segar saat ini dihargai Rp 8.000 perkilo, namun jika sudah dalam bentuk chips (irisan tipis kering) harganya akan lebih mahal lagi, yakni sekitar Rp 55.000 perkilo gram.

Selain di Kabupaten Madiun, saat ini sentra penanaman porang juga terdapat di daerah lain di Jawa Timur serti di Kabupaten Ngawi, Nganjuk, Kediri, dll, belum lagi yang di luar pulah jawa. Tingginya harga jual pada porang dan terus meningkatnya permintaan pasar akan porang membuat para petani serius untuk menekuni agrobisnis tersebut. (Tim/gw)

BERITA TERKAIT