Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Thursday, January 14, 2021

Dilema Pengelola Wisata Ditengah Pandemi, Lanjut Membangun Atau Mandek

Herutomo (kiri) dan rekan saat berada di lokasi
Wisata Dungus Forest Park Kelurahan Wungu Madiun.
Gemawilis - 
Pandemi seakan telah merontokkan semangat para pelaku usaha khususnya mereka yang bergerak dibidang wisata. Berbagai peraturan yang diterapkan sebagai upaya untuk memutus mata rantai virus corona menjadi salah satu alasan lesunya dunia Pariwisata selama ini.


Pengelola wisata pun dipaksa harus putar otak untuk mencari jalan keluar guna menutupi biaya operasional. Sebab, meski tempat wisata libur, namun perawatan harus terus berjalan karena kalau sampai mandek mereka malah akan terasa berat untuk mengawali langkah selanjutnya.

Tak mau terseok karena dihantam badai Covid-19 berkepanjangan. Wisata yang masih menunjukkan ke optimisannya di Kabupaten Madiun salah satunya adalah Dungus Forest Park (DFP) yang ada di Kelurahan Wungu, Kecamatan Wungu Madiun.

Ditengah lesunya dunia Pariwisata, rest area di belakang RS Paru Dungus ini nyatanya justru malah melakukan terobosan-terobosan baru dengan membangun dan menambah berbagai sarana tambahan di lahan seluas 28 hektar yang di kelolanya.

"Kita tambah lagi. Jadi 3 hektar. Tadinya dari 28 hektar yang kita kelola hanya 2 hektar yang dijadikan wisata, sekarang nambah 1 hektar jadi total sekarang 3 hektar. Kedepan terus akan kami tambah, "ungkap Herutomo pengelola DFP. Kamis (14/1/2021) siang.

Dari pantauan kami di lokasi, terlihat di bagian barat area kebun kakao (kopi coklat) nampak sudah terpasang berbagai tambahan sepot baru yang di bangun seperti rumah kelinci, miniatur rumah mini, jalur-jalur baru dan beberapa spot baru lainnya yang semuanya berbahan dari material alam.

"Kampung Kurcaci di sela-sela pohon kakao sedang dalam pembangunan. Sudah ada beberapa sepot baru tinggal perapiannya saja. Paping blok juga sudah terpasang untuk menuju ke lokasi, "jelas Tokoh LSM Abimantara itu.

Lebih lanjut Herutomo menambahkan jika selain membangun Kampung Kurcaci, pihaknya juga sedang membuat Water Boom disekitar sungai kecil yang nantinya diharap dapat menambah spot baru wisata tersebut.

Sementara saat disinggung terkait peraturan pembatasan karena adanya wabah corona Herutomo mengatakan pihaknya masih optimis dunia Pariwisata akan bangkit kembali.

"Mau gimana lagi, gak ada yang bisa disalahkan. Kalau dibilang dilema ya memang iya. Antara terus berkembang atau nahan dalam pembangunan. Tapi kan gak bisa gitu, kita harus tetap semangat karena gak tau kapan pandemi ini berakhir. Saya rasa pemerintah lebih tau itu, kalau dunia pariwisata memang benar-benar terdampak dan butuh perhatian khusus, "ungkapnya.

Yang penting bertahan dulu, lanjut Herutomo, tetap taati himbauan pemerintah dan terus berkarya meski kita juga belum tau kapan pandemi akan berakhir. Sementara sehat dulu saja, "tandasnya. (Tim/gw)