Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Monday, January 11, 2021

Bahan Pangan Masih Impor, Padahal Subsidi Pupuk 10 Tahun Rp 330 T, Jokowi Heran

Foto Presiden Joko Widodo bersama petani.
Ilustrasi gambar/foto: biro pres satpres.
Gemawilis - 
Selama ini pemerintahan sudah menggelontorkan anggaran berupa subsidi pupuk besarannya hingga mencapai Rp 33 triliun pada setiap tahunnya. Namun persoalan klasik di bidang pertanian masih saja belum tuntas hingga sekarang.


Melihat hal itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun heran karena produksi pangan di Indonesia yang belum juga menunjukan peningkatan.

Dalam konferensi pers yang diadakan di Istana Negara secara virtual pada Senin (11/1/2021) Jokowi mengatakan besaran dana yang di gelontorkan untuk kebutuhan subsidi pupuk dalam 10 tahun terakhir mencapai Rp 330 triliun.

"Saya tanya kembaliannya apa? Lima tahun, 10 tahun berapa triliun. Kalau 10 tahun sudah Rp 330 triliun. Ini tolong dievaluasi, ini ada yang salah. Sudah berkali-kali meminta, "kata Jokowi dalam konferensi pers virtual.

Presiden pun meminta kepada Kementerian Pertanian (Kementan) agar sektor pertanian khusunya produksi pangan di tingkatkan dengan memaksimalkan teknologi. Bahkan Jokowi menyebut ada permasalah serius pada sektor pertanian.

Lebih lanjut Mantan Walikota Solo itu memerintahkan kepada Kementan dan jajarannya untuk mengevaluasi beberapa kebijakan yang dirasa tidak optimal dan mencari lahan seluas-luasnya untuk produksi pangan. Menurutnya, hanya dengan produksi skala besar harga pangan dapat ditekan.

Tak sampai disitu, Jokowi juga sempat menyinggung terkait permasalahan kebutuhan kedelai di Indonesia yang masih tergantung pada impor.

"Kalau setiap tahun kita keluarkan subsidi pupuk sebesar itu, kemudian tidak ada lompatan disisi produksinya, ada yang salah. Ada yang gak benar disitu. Tapi kalau bisa menyiapkan lahan dengan jumlah besar itu yang akan menyelesaikan masalah, "ungkap Jokowi. (Tim/gw)

BERITA TERKAIT