Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

Saturday, January 2, 2021

4 Keluarga di Ds. Batok Gemarang Terancam Tidak Punya Jalan Setelah Tetangganya Diduga Mencaplok Jalan Miliknya

Jalan yang disengketakan sudah dibongkar separo
4 keluarga Ds. Batok hanya bisa pasrah dan bersedih.
Gemawilis - 
Samin (50) dan 3 keluarga lainnya saat ini sedang bersedih lantaran terancam tidak punya akses jalan untuk keluar rumah setelah salah satu tetangganya diduga telah berusaha mencaplok jalan yang selama ini mereka lewati.


Kejadian tersebut berada di Dusun Jonggol RT. 02/01, Desa Batok Kecamatan Gemarang Madiun. Peristiwa aktifitas pencaplokan tanah dengan cara pembongkaran jalan makadam tersebut menurut Samin sudah berjalan sekitar 15 hari yang lalu, dan dirinya sudah melapor ke pihak Desa terkait hal itu.

"Sudah lapor ke desa, dan sudah ditangani. Tetapi saat di ajak mediasi yang bersangkutan tidak hadir kemarin. Gak tau ini kita masih nunggu kelanjutannya dari desa, "kata Samin. Sabtu (2/1/2020) siang.

Samin kebetulan memang tinggal di rumah paling belakang bersama 3 keluarga lainnya dan jalan satu-satunya menurut dia adalah jalan itu. Dia merasa sedih lantaran akses jalan menuju rumah mereka sekarang dalam sengketa karena jalan tersebut diakui oleh salah satu tetangganya.

"Jalan ini memang bergandengan dengan tanah dia tapi jalan ini sudah lama ada menurut data yang saya peroleh dari pihak desa. Jalan ini sudah ada di peta desa dan di sertifikat pun jalan ini tidak ikut di tanah milik dia. Tetapi terus saja mau dilakukan pembongkaran meski sudah diperingatkan. Bahkan pagi tadi kembali di bongkar terus saya lapor ke pak Kamituo kemudian yang bersangkutan ditegur, "tutur Samin.

Sekarang posisi jalan sedang di bongkar, lanjut Samin, batu-batu di bongkar sedikit demi sedikit dan saya kesulitan untuk keluar masuk melewati jalan ini apalagi sekarang musim hujan. Batu sudah dibongkar ada separo jalan, "ungkapnya.

Sementara Kepala Desa Batok, Sutiono, saat dimintai keterangan menuturkan, yang bersangkutan (red- pihak pembongkar jalan) memang pernah datang untuk minta ijin pada dirinya untuk membangun jalan baru dan menutup jalan yang lama, tetapi tidak di ijinkan karena jalan itu sah ada berdasarkan sertifikat dan peta desa, kemudian Kades Batok menyarankan kepadanya agar permasalahan tersebut dirundingkan dahulu dengan lingkungan. Namun tidak digubris sama yang bersangkutan dan tetap melakukan pembongkaran.

"Keduanya sudah melapor. Kusus yang membongkar jalan saya sarankan untuk berunding kemarin tetapi tidak dilakukannya. Malah masih membongkar jalan itu kabarnya. Dia datang kesini pada waktu itu jalan sudah di bongkar, "kata Kades Batok.

Lebih lanjut Sutiono menjelaskan jika jalan selebar kurang lebih 2 meter dan panjang 50 meter itu memang sah bukan milik pihak pembongkar dan sebelum dia membeli tanah itu, jalan tersebut sudah ada dan masuk jelas di peta desa secara benar.

"Kami lihat sertifikat dan berdasarkan peta punya desa jalan itu memang bukan haknya. Kemarin sudah kami jadwalkan mediasi tetapi pihak pembongkar jalan tidak datang. Dan hari ini pihak desa sudah membuat undangan pemanggilan ke dua untuk dilakukannya kembali mediasi pada hari Senin, "papar Kades Batok sambil menunjukan gambar peta tanah yang disengketakan tersebut.

Kades menambahkan jika nanti yang bersangkutan tidak bisa diajak mediasi pihaknya akan menyerahkan kepada yang merasa dirugikan yakni saudara Samin. "Kalau memang mau di proses secara hukum ya, kami persilakan karena itu hak mereka. Pihak desa sudah hadir dan sudah berusaha menyelesaikannya tetapi sebelah pihak tidak mau. Itu sudah pembangkangan namanya. Jadi jelas bisa di proses hukum karena jelas itu bukan hak dia dan sudah merugikan lingkungan, "tandas Kepala Desa Batok Sutiono. (Tim/Tjr/gw)

Rekomendasi