Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Monday, December 28, 2020

Wilis: Mitos Gunung Air Terbesar di Pulau Jawa yang Kini Kritis

My Galery scrool ke atas.
Giat Perkawis di Bukit Cinta.
Penyerahan bibit secara simbolis sebelum acara.
Perkawis rutin tanam pohon di pengunungan Wilis
Peta alam pegununungan Wilis.


Gemawilis - 
Pesona Gunung Wilis seolah tak pernah habis untuk di eksplorasi, sebab selain keindahannya, Gunung Wilis juga menyimpan banyak jenis flora yang dilindungi seperti edelweiss berbagai warna, anggrek, dan berbagai jenis fauna liar seperti kumpulan primata, spesies burung, serta beberapa hewan liar langka seperti Kijang bertandung panjang, diyakini alam di kawasan Gunung Wilis masih terbilang perawan. 

Menurut Peta OTF Fist Editions AMS 1 yang diterbitkan pada tahun 1942, pegunungan wilis memiliki 80 gugusan gunung yang tersebar di 6 kabupaten. Puncak tertingginya bernama Puncak Ngliman yang terletak di wilayah Kabupaten Nganjuk dengan ketinggian 2.563 mdpl.

Tak hanya itu, pegunungan wilis juga memiliki sejumlah mata air, yakni sebanyak 38 air terjun dan dinobatkan sebagai gunung air terbesar di tanah jawa.

Namun menurut beberapa pecinta alam yang tau persis keadaan pegunungan Wilis, predikat gunung air kini mulai sirna karena sejumlah mata air di gunung wilis kian kritis akibat deforestasi besar - besaran di kawasan hutan konservasi.

Hal itulah yang mendorong para pecinta alam seperti Pelestari Kawasan Wilis (Perkawis) tak henti-hentinya mengajak masyarakat dan rajin mengadakan gerakan konservasi dengan melakukan kegiatan penanaman pohon di kawasan pegunungan Wilis.

Setelah pada 19 Desember 2020 lalu, Perkawis menggandeng LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) untuk mengadakan penanaman pohon langka di kawasan pegunungan wilis, tepatnya di Bukit Asmara, Dusun Tengger, Desa Blongko, Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk, kali ini gerakan konservasi juga kembali dilakukan oleh Perkawis di Wana Wisata Bukit Cinta bersama Pemdes Ngepeh Kabupaten Nganjuk pada Minggu (27/12/2020).

"Kita telah menanam 1000 bibit pohon di Bukit Cinta untuk mendukung penghijauan kawasan lereng wilis. Jenis pohon ada Bambu, Pule, dan Beringin, "tutur Tofan, Pelestari Kawasan Wilis (Perkawis) saat dikonfirmasi. Senin (28/12) siang.

Tofan berharap kegiatan tersebut bukan sekedar seremonial belaka, karena tugas yang paling berat menurutnya adalah menjaga agar tanaman itu dapat hidup dan bisa bermanfaat.

Tak hanya kali ini saja Perkawis mengadakan gerakan konservasi, namun jauh sebelumnya mereka telah banyak melakukan gerakan serupa pada tahun-tahun sebelumnya baik di daerah kawasan Nganjuk, Kediri dan kawasan lainnya.

"Perkawis dari awal memang berinisiatif untuk menghijaukan kembali daerah pegunungan lereng wilis, karena dari tahun ke tahun sumber mata air mulai berkurang akibat deforestasi. Harapan kami gerakan penahan pohon bukan sekedar seremonial saja, tapi harus dirawat dengan baik supaya nanti bisa bermanfaat, "ungkap salah satu penggerak Pelestari Kawasan Wilis itu.

Gunung Wilis sendiri memiliki ketinggian 2.563 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan masuk dalam wilayah enam Kabupaten yaitu Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ponorogo, dan Kabupaten Trenggalek. (Tn/Tim/gw)