Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Wednesday, December 02, 2020

Tanam Porang, Kenali dan Pelajari Dahulu Sekali Tanam Panen Selamanya

Porang kian menjadi tanaman primadona
seiring besarnya permintaan pasar internasional.
Gemawilis - 
Memiliki nilai ekonomis tinggi dan sudah banyak para petani yang merasakan keuntungan dari berbudidaya tanaman Porang, kini tanaman jenis umbi umbian ini semakin menjadi primadona di kalangan masyarakat kususnya para petani di Indonesia.


Jepang dan Tiongkok adalah salah satu negara yang mempunyai minat tinggi terhadap tepung porang sehingga alasan tersebut lah yang menjadikan harga porang makin hari makin melejit karena umbi porang banyak dicari oleh pasar internasional. Bahkan kini pasar eropa pun sudah mulai banyak yang melirik jenis tanaman tersebut.

Pada musim panen tahun 2020 ini, harga porang basah mencapai kisaran Rp 10.000 hingga Rp 12.000 per kilo gram. Sementara untuk porang kering (ekspor) warga berkisar Rp 200.000 sampai 300.000 per kilo gram.

Porang, atau ada juga yang menyebutnya iles-iles adalah jenis tanaman yang menghasilkan umbi di dalam tanah dan katak (biji) pada batang daunnya. Porang masih satu keluarga dengan jenis walur dan suweg.

Namun bagi para pemula yang baru saja terjun ke dunia pertanian, umumnya masyarakat sering salah karena porang, walur, dan suweg jika dilihat sekilas mempunyai kemiripan yang hampir sama baik dari batang, pohon mau pun tekstur pada kulit batangnya.

Zat yang terkandung pada porang bernama glukomanan, penelitian mengatakan zat yang terkandung pada olahan porang dapat bermanfaat sebagai prebiotik, mencegah timbulnya kanker, menjaga kesehatan kulit, menurunkan kolesterol, diabetes, hingga dipercaya dapat mengontrol berat badan.

Selain itu, porang yang mempunyai kualitas baik adalah porang yang mempunyai kandungan kadar air yang sedikit atau porang kering.

Tingginya permintaan pasar (ekspor) pada beberapa tahun terakhir ini menjadikan tanaman yang satu ini semakin menarik hasrat masyarakat untuk membudidayakannya.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan tanaman porang bisa tumbuh menjadi subur, saat penanaman para petani biasanya terlebih dulu memahami beberapa syarat lahan tempat untuk ditanami bibit porang.

Tanaman jenis umbi umbian pada dasarnya memang bisa tumbuh dengan mudah pada tanah apapun. Tetapi akan mendapatkan hasil yang lebih maksimal jika porang ditanam pada tanah yang tidak tergenang air dan memiliki jenis tanah yang gambur.

Selain itu, porang juga membutuhkan toleransi tempat teduh yang sangat tinggi. Kerapatan naungan setidaknya 40%. Naungan yang cocok untuk porang adalah pepohonan jenis jati, mahoni, dan sono.

Pada dasarnya tanaman porang akan menghasilkan bunga yang pada akhirnya menghasilkan biji benih. Nantinya biji benih dari bunga porang tersebut harus di simpan kurang lebih 6 bulan/semusim kemarau lamanya baru kemudian bisa ditanam di musim penghujan.

Cara menananmnya pun juga bervariasi ada beberapa petani menanam porang menggunakan metode generatif maupun cara biasa yaitu vegetatif.

Menginjak lokasi media tanam, porang dapat di tanam di lahan yang terbuka maupun dengan naungan pohon. Adapun sedikit tips untuk menanam porang di lahan terbuka. Pertama lahan harus steril dari gulma, lahan yang sebelumnya pernah di tanami jagung, singkong ataupun bekas persawahan alangkah baiknya tanah harus di beri nutrisi tambahan. Karena pada dasarnya lahan bekas tersebut telah terkontaminasi zat kimia dari pemberian pupuk kimia. Maka diperlukanya pemberian nutrisi semacam kompos sangat di anjurkan. Selanjutnya tanah bisa dilakukan penggemburan tanah dengan cara di bajak ataupun di cangkul.

Kemudian buat gundukan dan lubang tanam dengan jarak satu jangkah kaki/25×50 cm atau 25×60 cm. Tambahkan sekam atau bisa di beri kembali kompos sedikit pada setiap lubang tanam untuk mengoptimalkan pertumbuhan.
Pemilihan benih juga sangat mempengaruhi pertumbuhan porang tersebut. Porang akan lebih tinggi jika menggunakan sistem monokultur artinya Porang dapat ditanam langsung menggunakan umbi. Kalau menggunakan biji katak atau bunga, sebaiknya bibitkan dulu dalam polybag.

Awal musim penghujan sangat cocok untuk proses penanaman, biasanya jatuh pada bulan Oktober hingga paling lambat awal Desember.

Penanaman dengan benih dari umbi perkiraan waktu panen begitu singkat berkisar 7-8 bulan saja. Sebaliknya dengan benih dari biji membutuhkan waktu 3x lipat lebih lama, antara 18 hingga 24 bulan.

Terakhir, cara memanenya. Porang merupakan tanaman sejenis umbi, maka caranya pun juga sama dengan cara digali didalam tanah. (Ds/gw)