Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Wednesday, December 02, 2020

Musim Tanam Tiba, Apa Alternatif Petani Jika Tidak Memiliki Sawah?

Gambar lahan kering (fot: pixabay)
Gemawilis -
Indonesia merupakan salah satu negara peng-Eksport beras terbesar se Asia Tenggara. Lahan persawahan berada dimana-mana tak khayal hampir 50 persen mata pencaharian penduduk Indonesia adalah Bertani.


Namun apa jadinya jika seorang Petani tidak memiliki sawah?

Untuk sebagian dari mereka memilih menyewa lahan/sawah, sistim 3/1 bagi hasil atau bahkan ada petani yang memilih menanam padi di kebun. Namun biasanya jika berdomisili di daerah pedesaan dekat dengan hutan, masyarakat biasanya menggarap lahan milik Perhutani yang disebut Baon (tanah milik perhutani).

Menanam Padi di Kebun atau di lahan terbuka selain sawah. Petani dari Jawa biasa menyebutnya Pari Gogo (padi tadah hujan). Istilah itu tercetus lantaran pengairan padi tesebut dari air hujan saja. Artinya dadi gogo hanya di tanam di musim penghujan saja.

Pari gogo sendiri merupakan salah satu varietas unggul dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Padi ini juga kerap disebut padi huma atau padi darat.

Penanaman pari gogo pun cukup efisien dapat dilakukan dengan cara tugal atau larikan. Pasalnya dengan perbandingan penggarapan lahan sawah yang memerlukan 1 minggu menanam pari gogo hanya memerlukan waktu 4 hari saja, tergantung luas lahan yang digarap.

Caranya pun juga relatif lebih mudah, benih yang digunakan sebanyak 3-5 biji per lubang tanam dengan jarak tanam 15 cm x 30 cm atau 25 cm x 25 cm. Kebutuhan benih adalah 40 kg per hektar (ha). Di media tanah yang telah digemburkan dan telah di taburi pupuk kandang.

Pada saat penanaman, benih diperlukan dengan pencampuran BioVarm dan BioPlus yang mengandung Mycoroza sebagai pelarut fospat dan bakteri penambat nitrogen.

Untuk masalah waktu panen, tergantung jenis bibit padi yang di tanam. Umumnya petani memilih jenis benih yang kurang dari 4 bulan panen. Sehingga ada waktu untuk menanami lagi lahan yang telah selesai di panen tersebut. (Ds/gw)

BERITA TERKAIT