Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Thursday, December 31, 2020

Manfaatkan Dana Desa, Desa Batok Gemarang Resmi Luncurkan Wisata Water Boom

Pemdes Batok gelar selamatan bersama
Muspika Kec. Gemarang menandai peluncuran WBB.
Gemawilis - 
Selesai hampir 90 persen pembangunan Water Boom Desa Batok mulai diluncurkan oleh Pemerintahan Desa Batok Kecamatan Gemarang ditandai dengan acara selametan bersama di Pendopo Wisata Baru Desa Batok Dusun Kambatan. Kamis (31/12/2020).


Hadir dalam acara tersebut Muspika Kecamatan Gemarang, yakni Camat Gemarang, Polsek Gemarang, Babinkamtibmas/Babinsa, BPBD, Pokdarwis Desa Batok, Karangtaruna, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Dinas Terkait lainnya.

Kepala Desa Batok, Sutiono, mengatakan perencanaan pembangunan Taman Desa yang diberi nama Water Boom Batok (WBB) itu sendiri sebenarnya sudah lama sebelum dirinya menjabat sebagai Kepala Desa hanya saja ada beberapa kendala terutama terkait dana dan datangnya pandemi Covid-19.

Sedangkan untuk pembangunannya sendiri WBB berada di tanah kas desa atau Bengkok Kamituo dan Bengkok Modin yang terletak di Dusun Kambatan RT. 19/03. Sementara dana yang diglontorkan oleh Pemdes Batok dalam pembuatan WBB itu berasal dari Dana Desa (DD) anggaran tahun 2019 sebesar 200 juta dan hasil dari swadaya dari masyarakat.

"Tahun 2018 itu ada ide dari warga masyarakat untuk membuat semacam ini karena ada potensi untuk dikembangkan sebagai inovasi desa. Terus melalui Musdus kemudian di Musdeskan dan selanjutnya di anggarkan di APBD. Iya, untuk dana dari DD dan swadaya masyarakat berupa tenaga, "parar Sutiono.

Keberadaan tempat wisata di daerah Madiun Timur selama ini memang sangat ditunggu oleh masyarakat, karena di wilayah Kecamatan Gemarang sendiri selama ini minim akan tempat wisata. Sehingga dengan dibangunnya WBB warga tak perlu jauh-jauh lagi untuk berlibur dengan keluarga mengingat wilayah Kecamatan Gemarang sendiri berada di bagian paling timur dari Kabupaten Madiun.

Ketua Pokdarwis Sendang Kamulyan, Ruslan, selaku pengelola WBB menuturkan, karena kedepan juga perlu adanya biaya perawatan wisata, rencana pengunjung yang datang juga akan dikenakan retribusi masuk.

"Karena kita juga butuh biaya perawatan, tiket masuk pasti ada tapi berapa kita belum tau. Ini kan belum rampung, sebenarnya hari ini bukan launching tapi fost opening, selametan saja, "katanya.

Untuk konsepnya, lanjut Ruslan, WBB mengambil sesuatu yang berbeda. Kalau di tempat lain di madiun timur sudah banyak wahana alam, disini kita lebih ke tema wahana permainan anak. Jadi kita lebih punya pasar yang jelas, "papar Ruslan.

Ketua Pokdarwis menambahkan, dengan diluncurkannya WBB ini berharap teman-teman Pokdarwis Sendang Kamulyan bisa bersemangat karena WBB dalam pembangunannya sendiri sudah memakan waktu cukup lama, yakni hampir 2 tahun karena beberapa kendala.
"Kedepan ada 5 wahana yang rencana akan kami kembangkan, sementara ini sambil jalan dulu. Sehingga semangat teman-teman bisa tetap tumbuh. Nanti kalau gak segera buka kita sudah kerja satu tahun setengah semangatnya malah kendor, "ungkap Ketua Pokdarwis itu.

Sementara Camat Gemarang Agus Jawari, SSos, yang hadir langsung dalam kesempatan itu mengapresiasi terobosan Pemdes Batok dengan membuat wahana di wilayah Kecamatan Gemarang. Sehingga kedepan keberadaan WBB dapat mendorong tumbuhnya perekonomian warga. Namun mengingat pandemi yang masih terus mengancam pihaknya mewanti-wanti pihak pengelola untuk tetap menerapkan Prokes kepada pengunjung.

"Bagus, kedepan semoga bisa dimanfaatkan dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Namun jika saat ini sudah mulai dibuka pengelola wajib disiplin dengan Prokes 3M. Karena ancaman covid masih tinggi, jadi kami minta pengunjung dibatasi sesuai peraturan dari Dinas Pariwisata dan SE Bupati yakni hanya 50 persen untuk pengunjung wisata, "tegas Camat Gemarang. (Wjr/Tim/gw)