Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Thursday, December 24, 2020

Kementan Mencanangkan Setiap 1.000 Hektare Lahan Porang Harus Dibangun Pabrik

Lahan pertanian porang (fot: istimewa)
Gemawilis - 
Memiliki pasar ekspor yang tinggi, menjanjikan keuntungan yang luar biasa dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional, Kementerian RI saat ini kabarnya tengah fokus mengembangkan tanaman porang.


Baru-baru ini, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi, di Jakarta mengatakan, pada tahun 2018, Dinas Pertanian mencatat ekspor porang mencapai 11.000 ton dengan nilai kurang lebih Rp 1 triliun. Sedangkan pada tahun 2019, Kementan mencatat sebanyak 11.720 ton senilai Rp 644 miliar.

Sementara pada tahun ini, nilai ekspor porang di Indonesia naik seiring permintaan pasar dunia. Sejumlah negara seperti China, Vietnam, Korea, Tiongkok, Thailand, Taiwan, Korea, Australia, Jepang dan  beberapa negara di Eropa lainnya menjadi pasar ekspor porang Indonesia. Hingga November 2020, nilai ekspor porang hampir mencapai 19.800 ton dengan nilai Rp.880 miliar.

Menjadi komoditas pertanian yang diminati pasar internasional dan bernilai ekonomis tinggi, Kementan akan mendorong terus untuk meningkatkan budi daya tanaman porang. Sehingga dengan demikian masyarakat juga bisa memanfaatkan lahan marginal atau lahan tidur, karena hal itu merupakan terobosan yang cukup bagus menurut Suwandi.

“Potensi pengembangan porang jelas besar karena kita memiliki lahan marginal yang luas. Budi daya porang ini khusus kita ekspor, "kata Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Suwandi, Jakarta, Rabu (22/12) dikutip dari Laman Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.

Tak hanya itu, dalam segi pengembangannya pun pihaknya akan membangun industri pengolahan dan tak hanya berfokus pada proses produksi saja. Bahkan Kementan mencanangkan model pengembangan setiap 1.000 hektare lahan harus dibangun pabrik.

Di Indonesia sendiri saat ini sudah tersedia 20.000 hektare lahan yang ditanami porang. Sedangkan dari total itu, ada sekitar 5.000 hektare di antaranya ada di wilayah Kabupaten Madiun.

Namun luasan lahan tersebut akan bertambah, karena Pemerintah akan mengalokasikan lahan seluas 17.886 ha, di sejumlah daerah, seperti di Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, NTT, dan Sulawesi Selatan.

Badan Karantina Pertanian mencatat, volume ekspor porang terbesar pada tahun 2020 adalah China, dengan total ekspor sampa 12 Oktober 2020, adalah sebesar 8.675 ton. (Tim/gw)