Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Tuesday, December 01, 2020

Keluarga Korban Ketabrak Truk di Madiun Mencari Keadilan dan Menunggu Itikad Baik Pihak Pertamina

Keluarga Korban datang ke Polres Madiun
untuk mencari solusi dan keadilan terkait hak-halnya.
Gemawilis - Identitas pria tertabrak truk Pertamina setelah beraksi nekat dengan
duduk bersila di tengah Jalan Raya jurusan Surabaya-Madiun KM 153-154 ), akhirnya terkuak. Korban diketahui merupakan warga RT 20/RW 06, Desa Mojodoyong, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Jateng.

Hal tersebut diketahui setelah pada Senin (30/11/2020) siang, orang tua korban dan keluargannya mendatangi Polres Madiun. Dari keluarga korban tersebut diketahui korban ternyata masih bersetatus pelajar, siswa kelas XI jurusan Teknisi Kendaraan Ringan SMK Sukawati Sragen, usia 16 tahun.

Mulyadi (44) orang tua korban mengatakan kepada wartawan bahwa pria yang menjadi korban dalam kecelakaan lalu lintas pada Sabtu (21/11/2020) itu adalah anak kandungnya.

“Benar, itu adalah anak saya. Rizal Nur Efendi namanya saat ini usianya 16 tahun dan masih sekolah kelas dua STM di Sukawati Sragen. Saya yakin itu anak kami setelah melihat kesamaan wajah dan ada bekas luka di bagian tangan, "ungkapnya.

Ayah korban mengatakan keluarga baru mengetahui anaknya menjadi korban kecelakaan pada Rabu (25/11/2020) setelah salah satu dari saudaranya ada yang menunjukkan foto korban di facebook.

Namun Mulyadi mengaku sudah mengikhlaskan anak satu-satunya itu pergi meninggalkan dunia. Meski dirinya tidak menyangka anak semata wayangnya itu nekat melakukan aksi dengan duduk bersila di tengah jalan.

Sementara itu, Suyadi Ketua RT sekaligus masih keluarga korban yang ikut mendampingi keluarga korban ke Polres Madiun mengungkapkan jika kedatangannya ke Madiun untuk mencari solusi.

“Kami datang ke Madiun untuk mencari solusi dan menunggu iktikad baik dari pihak Pertamina. Bukan kami ingin mencari masalah, tetapi kami ingin menyelesaikan masalah dengan baik, "katanya.

Lebih lanjut Suyadi menambahkan, jika keluarga korban datang ke Madiun bertujuan hanya ingin mendapkan keadilan sehingga hak-haknya terpenuhi seperti dari Jasa Raharja dan dari Pertamina. Selanjutnya keluarga korban menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak berwajib.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria ditabrak truk tangki pertamina di Jalan Raya Surabaya-Madiun KM 153-154 pada Sabtu (21/11/2020) setelah melakukan aksi nekat dengan duduk bersila ditengah jalan.

Pria tanpa dentitasnya itu sempat mendapat perawatan di RSUD Caruban karena setelah kejadian tidak tewas usai ditabrak truk, meski akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (22/11/2020) pagi. Karena tidak diketahui identitasnya korban kudian dimakamkan di TPU Sambirejo, Jiwan,Madiun, di Selasa (24/11/2020). (Tim/gw)