Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Wednesday, December 16, 2020

Kasus Tabrak Lari Berhasil Diungkap Satlantas Polres Madiun, Pelaku Awalnya Tidak Mengakui

Polisi berhasil mengamankan pelaku dan
barang bukti sepeda motor warna hitam (fot: humresmd).
Gemawilis - 
Satlantas Polres Madiun akhirnya berhasil mengamankan seorang pengendara yang diduga terlibat kecelakaan tabrak lari di jalan Sidomulyo-Wonoasri Madiun.
Rabu (16/12/2020).

Laka lantas sendiri terjadi pada Selasa (15/12) antara sepeda motor Yamaha warna hitam dengan nopol dan pengemudi yang belum diketahui identitasnya yang bertabrakan dengan sepeda motor Honda Beat nopol AE 5374 GR yang dikemudikan oleh IJ.

Kasat Lantas Polres Madiun AKP Ari Bayuaji mengatakan peristiwa terjadi pada hari Selasa (15/12/2020) sekitar pukul 05.00 Wib. Saat itu piket Laka menerima laporan dari Pos Lantas 903 Mejayan sekitar pukul 04.15 Wib telah terjadi laka lantas tabrak lari di jalan umum jurusan Sidomulyo-Wonoasri tepatnya di Desa Sidomulyo Kecamatan Wonoasri Madiun.

Berbekal informasi dari para saksi yang ada di lokasi kejadian dan dari hasil penyelidikan yang dilakukan kepolisian, akhirnya Satlantas Polres Madiun berhasil menangkap pengemudi berinisial P.

“Hari Selasa sekitar pukul 21.00 anggota berhasil menemukan pengemudi yang berinisial P dan sepeda motor Yamaha Warna hitam dengan nopol AG -5784-V dirumahnya, sesuai dengan ciri-ciri yang diterangkan oleh saksi, "ungkap AKP Ari Bayuaji.

Pelaku diamankan oleh pihak kepolisian lantaran saat terjadi peristiwa tersebut pengendara tidak berupaya menolong korban dan tidak melapor kepada pihak kepolisian terdekat. Akibat dari kejadian tersebut korban mengalami luka-luka dan dirawat di rumah Sakit Panti Waluyo Caruban.

“Pelaku diamankan di rumahnya, awalnya memang tidak mengaku namun setelah ditunjukkan bukti dan fakta di lapangan, akhirnya pelaku mengakui, "ungkap Kasat Lantas.

Atas kejadian tersebut, pelaku dijerat dengan Pasal 310 ayat (2) jo Pasal 312 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dsn Angkutan Jalan dengan ancaman hukuman paling lama 1 sampai 3 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp. 2.000.000 (Dua juta rupiah) atau Rp. 75.000.000 (Tujuh puluh lima juta rupiah. (Humresmd) gw

Topik Lain