Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Tuesday, December 29, 2020

Hutan Kritis di Pegunungan Wilis Mencapai 15.733 ha, Wilis Tanggung Jawab Bersama

Peta kawasan pegunungan Wilis,
warna merah kondisi hutan dalam keadaan kritis.
Gemawilis - 
Kawasan Gunung Wilis kini berada dalam kondisi kritis, berdasarkan peta Kemen LHK yang dirilis pada 2019, menunjukkan Kawasan sisi selatan juga berada dalam kondisi yang sama.


Ketua Umum Pelestari Kawasan Wilis (Perkawis) Tunggal Rogo Mandiri, Tofan Ardi menuturkan Kelestarian Kawasan Wilis merupakan tanggung jawab bersama sebagai bagian dari perubahan untuk mengembalikan Wilis menjadi Benteng Ketahanan Ekologi, Benteng Ketahanan Bencana dan Benteng Ketahanan Ekonomi.

Berdasarkan peta yang diolah menggunakan Software Qgis yang mengacu pada data KemenLHK tentang kondisi kritis. Hasil overlay memakai teknik polygon menunjukkan kondisi hutan di wilayah Kediri, sebagian, Madiun, Tulungagung, dan Trenggalek berada dalam kondisi kritis (warna merah).

Kawasan hutan Kritis di pegunungan wilis mencapai 15.733 ha dan tersebar di 6 Kabupaten yakni Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Nganjuk, Tulungagung, dan Kediri. Luasan Lahan kritis di Kediri saat ini mencapai 5.392 ha dan tersebar di empat kecamatan yakni, Tarokan, Grogol, Mojo, dan Semen.

“Luas areal hutan rusak di Kecamatan Grogol bahkan mencapai 3.033 ha, hal ini tentu menjadi permasalahan serius bagi pemerintah maupun masyarakat sebab jika Hujan berpotensi longsor dan jika kemarau berpotensi kekeringan, sebab hutan tak lagi berfungsi sebagai zona tangkapan air, "kata Tofan Ardi.

Kondisi kerusakan hutan ini tentu di picu oleh beragam faktor, namun aksi pembalakan hutan dan alih fungsi lahan dari lahan hutan menjadi ladang perkebunan palawija adalah faktor paling dominan.

“Faktor ekonomi selalu menjadi dalih aksi alih fungsi hutan, sebab ketika paham Egosentris trus menguasai pola pikir manusia maka masalah Ekologi tak lagi menjadi konsideran penting dalam pengambil kebijakan, "tutur Tofan saat dikonfirmasi pada Senin (28/12/2020).

Paham ekologis yg mengajarkan bahwa kesadaran bertumpu pada alam harus di tularkan, sebab, alam sudah memberikan tanda.

Tofan menjelaskan bahwa Perkawis berkomitmen untuk melaksanakan aktivitas konservasi di Gunung Wilis untuk mengembalikan fungsi Wilis sebagai Benteng Ketahanan Ekologi, Benteng Ketahanan Bencana, dan Benteng Ketahanan Ekonomi.

"Pelestari Kawasan Wilis berkomitmen untuk bersama-sama menjaga ekologi demi keberlangsungan kehidupan di kawasan Tunggal Rogo Mandiri, Tulungagung, Nganjuk, Trenggalek, Ponorogo, Madiun dan Kediri, "pungkas Tofan Ardi. (Tim/gw)

BERITA TERKAIT