Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Wednesday, December 16, 2020

Hati-Hati, Segini Harga Per Sak Peredar Jual Pupuk Palsu Ke Masyarakat

Sebanyak dua ton pupuk non subsidi diamankan
oleh pihak Kepolisian dari tangan pengedar pupuk palsu.
Gemawilis - 
Polisi Polres Madiun berhasil menangkap seorang pelaku peredar pupuk palsu di Jalan Raya Dungus Kelurahan Wungu Madiun. Dari penangkapan tersebut, akhirnya Polisi berhasil mengamankan sebanyak 2 ton pupuk non subsidi dari tangan pelaku.


Pupuk sebanyak 2 ton tersebut masing-masing dikemas pelaku kedalam sak berukuran 50 kg. Pupuk jenis Phonska sebanyak 36 sak dan jenis SP-36 sebanyak 4 sak.

Barang bukti sebanyak 2 ton yang dikemas dalam 40 sak itu, diamankan Polisi saat dilakukan penangkapan terhadap tersangka pada Minggu (6/12/2020) sekitar pukul 19.30 Wib, di Jalan Raya Dungus Kelurahan/Kecamatan Wungu.

Kompol Ahmad Faisol Amir mengatakan pelaku merupakan warga Desa/Kecamatan Wonoasri Madiun berinisial SR 36 tahun. "Tersangka warga Wonoasri, "tujar Wakapolres Madiun Kompol Ahmad Faisol Amir, saat press release Rabu (16/12/2020).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Aldo Febrianto mengatakan terungkapnya kasus tersebut berawal dari adanya laporan dari masyarakat terkait banyaknya pupuk non subsidi yang beredar tidak sesuai dengan kualitas, alias palsu.

"Pelaku kita amankan berserta barang bukti pupuk non subsidi tanpa dilengkapi izin edar. Pelaku membeli pupuk dari Gresik dengan harga per sak Rp 55 ribu. Kemudian pupuk non subsidi itu dijual kembali dengan harga Rp 100 ribu per sak, "ungkap AKP Aldo Febrianto.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 122 Jo Pasal 73 UURI Nomor 22 Tahun 2019, dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 3 miliar. (Tim/gw)

BERITA TERKAIT