Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Thursday, December 17, 2020

Empat Narapidana Terorisme Dipindah ke Lapas Kelas 1 Madiun

Napi teroris, gambar ilustrasi BBC.COM
Gemawilis - 
Menggunakan armada bus khusus, 3 narapidana terorisme dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur Jawa Barat dan satu napi teroris (napiter) dari Polda Metro Jaya dipindahkan ke LP Kelas 1 Madiun. Kamis (17/12/2020).


Pemindahan napiter ke Lapas Kelas 1 Madiun melibatkan pengawalan ketat dari Brimob dan Densus 88 anti teror. Setibanya di Lapas, 4 napiter langsung dilakukan assessment. Selanjutnya dilakukan rapid tes dan pemeriksaan barang bawaan.

Kepala Lapas Kelas I Madiun Supriyanto mengatakan keempat napiter pindahan dari Gunung Sindur dan Polda Metro itu juga akan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari di ruangan khusus.

"Alasan dipindah ke Lapas Kelas 1 Madiun karena kasus mereka sudah berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Jadi tidak memungkinkan mereka untuk ditempatkan di lapas asal, sehingga dipindah ke lapas lain salah satunya di Lapas Kelas I Madiun, "tutur Supriyanto kepada RRI, Kamis (17/12/2020).

Lebih lanjut Supriyanto mengatakan, jika masa isolasi selama 14 hari selesai, keempat napiter akan kembali menjalani rapid tes dan tahapan-tahapan selanjutnya sampai kondisi kesehatannya benar-benar baik baru selanjutnya mereka akan ditempatkan di blok khusus untuk napiter.

"Posisinya mereka masih merah berdasarkan data yang kami terima. Artinya mereka belum mengakui NKRI. Belum mau dia menyatakan NKRI. Jadi perlu pembinaan lebih lanjut. Kita harus hati-hati jangan sampai dia nambah pengikut. Kalau dia sudah mengakui NKRI, maka ada surat pernyataan tertulis yang difasilitasi oleh petugas lapas serta dari Densus 88, "imbuh Kepala Lapas Kelas I Madiun itu.

Keempat napiter yang dipindahkan ke di Lapas Kelas I Madiun masing-masing bernama Hengki Satria yang kasusnya telah divonis 4 tahun penjara pada Mei 2018. Hengki adalah kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Selanjutnya Sugeng Riyadi yang telah divonis 6 tahun penjara pada Juni 2019. kemudian JH Wahyudin divonis 7 tahun penjara pada Mei 2019 dan Wisnu Putra yang merupakan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) divonis 3 tahun enam bulan penjara pada September 2019.

Dan satu lagi napiter yang sebelumnya sudah berada di Lapas Kelas I Madiun yakni Ibnu Khaldun yang divonis 8 tahun penjara. Yang bersangkutan merupakan kelompok Jamaah Islamiyah Tegal. (Tim/gw)

BERITA TERKAIT