Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

Monday, November 23, 2020

Polisi Tahan Sopir Truk Pertamina yang Viral Tabrak Orang Tak Mati di Madiun

Pres release Polres Madiun (fot: lintas7)
Gemawilis - Setelah viral di media sosial terkait kejadian seorang sopir Pertamina truk tangki
bernopol AG 9821 UV yang menabrak orang tidak mati, kini pihak Polisi sedang mendalami kasusnya.

“Hingga saat ini penyidikan masih berlangsung untuk mengetahui keterlibatan pihak-pihak lain dalam kecelakaan itu. Karena truknya sendiri sendiri sudah dilakukan upaya menghilangkan jejak seperti bemper yang sudah dicat ulang, "ungkap Kapolres Madiun AKBP Bagoes Wibisono dalam gelar press release di Mapolres Madiun, Senin (23/11/2020).

Korban yang tadinya viral lantaran tidak meninggal usai ditabrak truk tangki pertamina di Jalan Raya Madiun - Surabaya, Desa Sumber Bening, Kecamatan Balerejo Madiun pada Sabtu malam (21/11/2020) lalu, akhirnya meninggal dunia pada hari Minggu pagi sekitar pukul 06.00 WIB di RS Caruban.

“Terkait penyebab meninggalnya korban sampai saat ini kami belum mendapat keterangan dari pihak rumah sakit, visum nya belum keluar, "terang Kapolres.

Sementara itu, sang sopir dan kernet truk akhirnya ditahan oleh pihak Polres Madiun. Sutopo (51) sopir, warga Kediri dan Bagus Karniyanto (32) kernet, warga Madiun itu terkena pasal 312 dan 310 Undang-Undang RI nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas.

"Sesudah melihat dan memeriksa CCTV dan saksi-saksi, akhirnya diketahui truk berada di Depo Pertamina Madiun. Kemudian pengemudi truk kita amankan di rumahnya, daerah Kediri. Kernet truk di Madiun, "papar AKBP Bagoes Wibisono.

Sementara, menurut keterangan sang pengemudi truk, pada saat kejadian kondisi jalan sedang hujan deras. Jalanan di sekitar lokasi kejadian tidak terlihat dengan jelas, remang-remang. Sehingga dia tidak melihat ada seseorang yang sedang duduk ditengah jalan.

“Tidak tahu kalau saya habis nabrak orang, saya tahunya pas dikabari mandor, "kata Pria kelahiran Kediri 1969 itu.

Sutopo juga mengatakan jika dirinya tidak menghilangkan barang bukti. “Saya bukan bermaksut menghilangkan barang bukti. Karena jika ada mobil yang kurang bagus kondisinya seperti cat yang lecet, tidak boleh masuk Depo Pertamina, "katanya. (Tim/gw)

Rekomendasi