Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Wednesday, November 11, 2020

Pakai Sertifikat Tanah Untuk Pinjam Uang, Jokowi: Jangan untuk Belikan HP Anak yang Mahal-Mahal

Jokowi kembali bagikan 1 juta sertifikat tanah.
Gemawilis - 
Presiden Joko Widodo (Jokowi)
kembali membagikan satu juta sertifikat tanah. Sertifikat tersebut dibagikan untuk masyarakat di 201 kabupaten/kota yang tersebar di 31 provinsi.

Acara pembagian sertifikat tanah pada Senin (9/11/2020) yang dilakukan secara virtual itu diikuti oleh pejabat daerah baik tingkat Provinsi mau pun tingkat Kabupaten di seluruh Indonesia.

Seperti biasa, pada saat pembagian sertifikat Presiden Joko Widodo selalu memberi pesan kepada masyarakat. Jokowi berharap, masyarakat dapat menggunakannya dengan sebaik-baiknya. Pasalnya tak sedikit dari masyarakat yang menggunakan sertifikat tersebut sebagai jaminan untuk meminjam dana.

“Tapi sebelum pinjam, saya selalu titip, hati-hati dihitung. Bahwa nanti bisa mengembalikan pinjaman itu. Jangan sampai nanti ini sudah dapat uang, nggak bisa mengembalikan, sertifikatnya malah hilang, "kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga menekankan misal sertifikat untuk meminjam dana, masyarakat harus menggunakannya semua dengan sebaik mungkin. Dia berharap dana digunakan untuk hal-hal produktif seperti modal kerja atau modal investasi.

“Jangan dipakai untuk beli mobil. Jangan dipakai untuk beli sepeda motor. Jangan dipakai untuk belikan anaknya HP yang mahal-mahal. Itu namanya konsumtif, "tambahnya.

Jokowi mengatakan, total luas bidang yang sudah terbit sertifikatnya ada sekitar 18,9 juta bidang atau 5,3 juta hektare. Pada tahun 2025, Presiden ingin seluruh tanah di Indonesia sudah bersertifikat.

“Insya Allah tahun 2025 seluruh tanah di Indonesia ini harus sudah bersertifikat. Nggak ada lagi orang punya tanah tapi nggak punya sertifikat. Termasuk sertifikat untuk tempat ibadah. Semuanya harus sudah bersertifikat, "pungkas Presiden. (Tim/gw)

BERITA TERKAIT