Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Saturday, November 14, 2020

Beredar Makanan Siap Saji Mengandung Bahan Berbahaya di Madiun

Gambar ilustrasi (fot: istimewa)
Gemawilis - 
Tercatat ada sejumlah makanan siap saji beredar di wilayah Madiun yang menurut Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakop UM) Kabupaten Madiun jika dikonsumsi dapat menimbulkan penyakit.


Temuan produk berbahaya oleh Petugas Disperdakop UM Kabupaten Madiun itu sebenarnya telah lama ada. Namun, meski sudah dilakukan langkah - langkah pencegahan, produk - produk tersebut masih saja marak beredar di pasaran.

Mengkonsumsi makanan maupun minuman yang mengandung bahan berbahaya tersebut dengan jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan penyakit, seperti kanker, dan tumor.

Toni Eko Prasetyo, Kepala Bidang Perdagangan Disperdakop UM Kabupaten Madiun, mengatakan hasil dari pemantauan yang dilakukan petugas, bahan berbahaya tersebut terdapat dimakanan seperti pentol corah dan kerupuk puli. Diketahui pentol corah dan kerupuk puli mengadung boraks.

Penemuan makanan yang mengadung bahan berbahaya itu ditemui oleh petugas Disperdakop ada di beberapa titik lokasi seperti di wilayah Kecamatan Mejayan dan Kecamatan Jiwan.

Namun, sebagian penjual mengaku mereka tidak memproduksi sendiri, tetapi mengambil dari produsen. Petugas pun sempat mendatangi lokasi pembuatannya untuk memberikan teguran kepada pedagang maupun pembuat komoditas tersebut.

Sebagian menyatakan tidak memproduksi sendiri, melainkan mengambil dari produsen. Petugas pun mendatangi lokasi pembuatannya untuk menegur. Satu sampai dua hari berjalan baik (tanpa menggunakan bahan berbahaya), selanjutnya kembali seperti semula. Mungkin karena juga adanya permintaan dengan menyesuaikan kebutuhan pasar, "ujar Kepala Bidang Perdagangan Disperdakop UM Kabupaten Madiun, seperti yang kami kutip dari Idntimes. Rabu (11/11/2020).

Tetapi meski sudah dilakukan teguran, upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal. Peredaran makanan maupun minum dengan bahan berbahaya tetap saja masih marak di pasaran.

Untuk menyikapi bandelnya produsen maupun para pedagang makanan dan minuman yang mengandung bahan berbahaya itu, tim monitoring dan evaluasi akan dibentuk dinas Disperdakop UM Kabupaten Madiun.

Tim monitoring dan evaluasi terdiri dari petugas Disperdakop UM, Satgas Pangan Polres, dan Satpol PP. Tim bakal melakukan pengecekan ke pasar secara berkala. Para pedagang yang membandel dan kedapatan tetap menggunakan bahan makanan berbahaya akan ditindak bahkan sampai penutupan atau penghentian usaha. (tim/id/gw)

Topik Lain